Connect with us

Berita Terbaru

PT Banten Kuatkan Vonis Mati untuk Pembantai Gadis Baduy

Published

on

Ketiga pelaku pembunuhan gadis baduy luar saat dibekuk petugas kepolisian. (Dok. BantenHits).

Lebak- Kasus pembunuhan dan pemerkosa gadis baduy memasuki babak baru. Bagaimana tidak, upaya banding Apung Muhamad Saeful alias Emon yang tak lain satu dari tiga terdakwa ditolak Pengadilan Tinggi (PT) Banten.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Emon diputus hukuman mati. Sedangkan dua rekannya yakni Furqon dan A kurungan penjara 15 tahun.

Juru Bicara Hakim PT Banten, Binsar M. Gultom mengatakan ditolaknya upaya banding menguatkan putusan PN Rangkasbitung Nomor 143/Pid.B/2019/PN.Rkb tanggal 17 Maret 2020, yakni menghukum terdakwa Apung Muhammad Saeful dengan pidana mati karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan melakukan kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya.

BACA :  Enam Wilayah di Tigaraksa Tangerang Dikepung Banjir Setinggi Satu Meter

“Ya, menguatkan putusan PN Rangkasbitung, “kata Juru Bicara Hakim PT Banten, Binsar M. Gultom, saat dihubungi awak media, Jumat, 24 April 2020.

Binsar mengatakan, putusan PT Banten dengan majelis hakim diketuai Ennid Hasanuddin pada Rabu (22/4) itu diambil dengan suara bulat.

“Perbuatan terdakwa dilakukan secara keji, sadis, kejam tanpa berperikemanusiaan karena persetubuhan dilakukan secara bergiliran sesaat korban sudah tidak bernyawa lagi karena dibunuh,” terang hakim yang pernah mengadili kasus kopi bersianida dengan terpidana Jessica Kumala Wongso di PN Jakarta Pusat ini.

Terpisah, penasihat hukum Muhamad Saeful, Koswara Purwasasmita, mengaku sudah mendengar putusan tersebut.

“Sudah dengar putusannya, menguatkan putusan PN Rangkasbitung. Tetapi, saya belum dapat salinannya,” ucap Koswara.

BACA :  Kamapala Jadikan Momen Reuni untuk Berbagi dengan Korban Tsunami

Langkah hukum kembali akan ditempuh yakni dengan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

“Ya, setelah putusan ini kami akan mengajukan kasasi ke MA. Karena unsur pembunuhan berencana tidak terpenuhi, niat membunuh itu tidak ada yang ada niat pemerkosaan, itu pun niatnya dilakukan oleh anak (Terdakwa lain berinisial A),” katanya.

“Dia (Emon-red) hanya mengeksekusi menggunakan golok karena korban teriak, itu pun golok punya korban bukan dibawa terdakwa dari rumah,” pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler