Connect with us

Berita Terbaru

Melirik Tradisi Santri Ponpes Salafi Nurul Ihsan Lebak Isi Waktu Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19; Kaji Kitab Kuning

Published

on

Santri Pondok Pesantren Salafi, Nurul Ihsan saat melakukan kajian kitab kuning. (Istimewa)

Lebak- Pandemi Covid-19 telah membuat sejarah baru di Indonesia. Bagaimana tidak, wabah yang telah menjangkit ribuan manusia itu perlahan mulai merubah kebiasaan masyarakat.

Beraktivitas di luar rumah yang lazim dilaksanakan, saat ini mulai dibatasi menyusul terbitnya pemerintah mulai dari Work From Home (WFH), larangan mudik sampai imbauan pelaksanaan salat tarawih dan Idul Fitri.

Hal itu dilakukan semata-mata untuk memutus sebaran Covid-19. Banyak masyarakat yang mulai memutar otaknya untuk menghabiskan waktu di rumah dengan hal-hal positif.

Seperti halnya yang dilakukan para santri di pondok pesantren Salafi Nurul Ihsan Kampung Cilewong Desa Pasir Kupa Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak.

BACA :  Rute Konvoi Buruh di Kab. Tangerang

Mereka memiliki cara unik yang dapat dicontoh oleh masyarakat lainnya dalam menghabiskan waktu ramadhan di tengah Pandemi Covid-19.

Ya, santri asuhan KH Daud Yusuf ini memutuskan untuk ramai-ramai mengkaji dan memperdalam kajian kitab kuning selama bulan suci Ramadhan. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi santri untuk menguasai bidang ilmu fiqh, tasauf hingga akidah Islam.

“Kajian kitab kuning itu menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan setiap Ramadhan,” kata Daud Yusuf, Minggu, 26 Aprio 2020.

Yusuf mengungkapkan para santri memperdalam kitab kuning selama 24 jam. Mereka fokus mengupas tentang kitab Kitab “Nihayatu Az-Zain” karya An Nawawi Al-Jawi dari kampung Tanara Provinsi Banten dan wafat tahun 1317 H atau 1316 H.

BACA :  Hawa Panas yang Keluar di Rumah Warga Kampung Nelayan Masih Jadi Misteri, Polisi Lapor ESDM

Di mana kitab tersebut lebih banyak mengkaji tentang ilmu fikih bermazhab Asy-Syafi’i yang cukup dikenal oleh kaum muslimin terutama di Indonesia.

“Santri di sini sebanyak 28 santri melakukan pengkajian kitab kuning agar meningkatkan sumber daya manusia (SDM), sehingga mereka mampu mengembangkan ilmu-ilmu fikih, tasauf hingga akidah,”terangnya.

Menurut dia, para santri yang mengikuti pengkajian kitab “Nihayatu Az-Zain” juga dioptimalkan kemampuan membaca secara etimiologi bahasa dan harkat dengan benar sesuai ilmu nahwu dan sorop.

Selain itu juga mampu menafsirkan dan menerjemahkan makna dalam kajian kitab gundul tersebut. Sebab, kajian kitab kuning untuk memperdalam ilmu ibadah dan hukum Islam (fiqh).

“Semua santri di sini wajib memperdalam kajian kitab kuning,” katanya menjelaskan.

BACA :  Gelar Diskusi, Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Bedah Visi DPRD Lebak 2019-2024

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler