Connect with us

Berita Utama

Bertaruh Nyawa Selamatkan Pasien Corona, Ternyata Tempat Tinggal Sementara Tenaga Medis RSUD Kota Tangerang Bikin Ngelus Dada

Published

on

Kondisi tempat tidur tenaga medis RSUD Kota Tangerang di Kelurahan Kelapa Indah, Kota Tangerang. (Istimewa)

Tangerang – Kota Tangerang menjadi wilayah terbanyak kasus terkonfirmasi positif virus Corona (Covid-19) di Provinsi Banten.

Data di laman infocorona.bantenprov.go.id yang diupdate terakhir 26 April 2020 jam 23.55 WIB menyebutkan, 148 kasus positif berada di Kota Tangerang dengan rincian 99 orang dalam perawatan, 30 sembuh, dan 19 orang meninggal dunia.

Salah satu langkah Pemerintah Kota Tangerang menangani kasus Covid-19 menunjuk beberapa rumah sakit, di antaranya RSUD Kota Tangerang menjadi rumah sakit khusus Covid-19.

Meski sudah menangani pasien Covid-19 sejak Maret, RSUD Kota Tangerang baru resmi beroperasi menjadi rumah sakit khusus Covid-19, Senin, 20 April 2020.

Direktur RSUD Kota Tangerang, Henny Herlina kepada BantenHits.com menyebutkan, sepanjang April hingga tanggal 26, rumah sakit yang dipimpinnya sudah menerima 284 pasien.

BACA :  Ratusan Balon Kades di Lebak Dapat Pembekalan

“Untuk rawat jalan selama bulan April 224 (pasien) dan rawat inap 60,” kata Henny melalui pesan WhatsApp kepada BantenHits.com, Minggu, 26 April 2020.

FK UPH memberikan pembekalan khusus penanganan pasien virus Corona (Covid-19) kepada relawan medis. (Foto: Dok. FK UPH)

Risiko Besar

Jika jumlah pasien selama 26 hari di RSUD dirata-ratakan, maka setiap harinya tenaga medis RSUD Kota Tangerang menangani 11 pasien terduga Covid-19.

Besarnya angka pasien yang masuk sudah pasti sebanding pula dengan risiko yang dihadapi para tenaga medis.

Lalu, sudah sebanding kah risiko yang dihadapi para tenaga medis dengan pelayanan yang diberikan pemerintah?

Sumber BantenHits.com seorang tenaga medis di RSUD Kota Tangerang mengungkapkan fakta memilukan, Sabtu, 25 April 2020.

BACA :  Nyaleg Golkar Butuh Rp 2 Milyar

Melalui layanan WhatsApp sumber tersebut mengatakan, para tenaga medis RSUD mendapatkan tempat tinggal sementara di Kantor Kelurahan Kelapa Indah.

Sang sumber kemudian mengirimkan foto kondisi tempat tidur tenaga medis RSUD Kota Tangerang di Kantor Kelurahan Kelapa Indah. Fakta dalam foto tersebut benar-benar bikin ngelus dada.

Tampak dalam foto, tempat tidur darurat berderet di lorong. Tak ada fasilitas lainnya yang dapat melindungi tenaga medis dari virus berbahaya.

“Kita juga cemas sama kondisi kita sendiri. Berasa disuruh perang tapi gak disiapkan senjata,” ungkap sumber tersebut.

Terkait kondisi fasilitas tempat tinggal tenaga medis ini, Henny Herlina tak membantah juga tak mengiyakan saat foto yang sama disorongkan ke dirinya.

Henny hanya menyebut sebagaian tenaga medis sudah ditempatkan di salah satu hotel melati di Kota Tangerang.

BACA :  Istri Tidak Bisa Digauli, Seorang Suami Tega Cabuli Anak Angkat

“Sebagian di hotel (menyebutkan nama hotel), sementara (sebagian lainnya) masih mencari tempat yang lebih representatif,” jelas Henny.

Sebelumnya, sejumlah tenaga medis yang bertugas di RSUD Kota Tangerang ternyata harus dibayang-bayangi cemas dengan pengoperasian rumah sakit khusus Covid-19 ini.

Pasalnya, hingga hari pengoperasian, para tenaga medis urung mendapat kepastian jaminan keselamatan selama menjalankan tugas di RSUD Kota Tangerang.

Padahal sejak Selasa, 14 Maret 2020, para tenaga medis sudah mengajukan permohonan jaminan perlindungan selama bertugas di rumah sakit khusus Covid-19.

“Poinnya soal perlindungan tenaga medis. Intinya APD (alat perlindungan diri) sama asuransi buat keselamatan diri kita dan keluarga kita sama insentif,” ungkap sumber BantenHits.com, Sabtu, 18 April 2020.

Permintaan jaminan para tenaga medis di RSUD Kota Tangerang bukan tanpa alasan. Sejak menangani kasus pertama Covid-19, sudah tiga tenaga medis dinyatakan positif. Bahkan tenaga medis harus menjalani karantina massal saat itu.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler