Connect with us

Berita Utama

Industri di Tangerang Diduga Sudah Terjangkit Virus Corona; Dua Karyawan PT PEMI Meninggal Dunia, Lima Lainnya Hasil Rapid Tes Positif

Published

on

Foto Ilustrasi: Evakuasi WNA Thailand yang terjebak Pandemi Corona di Indonesia menggunakan alat perlindungan diri (APD) lengkap. (Dok Lion Air)

Tangerang – Virus Corona diduga telah menjangkiti dunia industri di Tangerang menyusul meninggalnya dua karyawan PT Eds Manufacturing Indonesia atau PT PEMI di Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Kedua karyawan pabrik yang memproduksi suku cadang mobil ini meninggal dunia secara berturut-turut sejak 20-25 April 2020.

Keduanya dinyatakan memiliki gejala virus Corona dan berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Corona. Namun, hasil laboratorium keduanya hingga Senin, 27 April 2020 masih belum diketahui.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular pada Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra kepada BantenHits.com mengatakan, pihaknya sudah melakukan penelusuran terhadap keluarga, karyawan dan tenaga medis yang kontak dengan dua karyawan yang meninggal dunia.

Mereka juga sudah dilakukan pemeriksaan menggunakan rapid test dan swab. Hasil rapid test terhadap keluarga tak ditemukan yang memiliki gejala, sementara lima karyawan dinyatakan reaktif hasil rapid testnya atau positif Corona.

Namun hasil rapid test tidak bisa dijadikan acuan utama karena masih memiliki tingkat kekeliruan. Kepastian positif atau tidak masih menunggu hasil swab.

BACA :  Kolonel Inf Wirana Prasetya Budi Serahkan Jabatan Danrem Maulana Yusuf

“Untuk keluarga gak ada. Untuk karyawan ada 5 reaktif. (Kepastian) lagi menunggu hasil swab,” jelas Hendra, Senin, 27 April 2020.

Dikutip BantenHits.com dari website resmi Pemkab Tangerang, dua karyawan PT PEMI yang meninggal HO warga Desa Cisereh, Kecamatan Tigaraksa. Dia tercatat bekerja pada bagian produksi LH.

Satu karyawan lainnya yang meninggal dunia berinisial S, beralamat di Villa Balaraja, Kecamatan Balaraja. Dia bekerja di bagian QA.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Desiriana Dinardianti, menjelaskan, HO meninggal dunia pada 20 April setelah mengalami sesak napas. Sementara, S meninggal dunia, Sabtu, 25 April 2020 dengan gejala yang sama: sesak napas.

Kedua karyawan PT PEMI tersebut sebelum ditangani tim medis di rumah sakit sempat menjalani perawatan di klinik sekitar rumah.

Penutupan PT PEMI

Senin ini, 27 April 2020, Pemkab Tangerang mengirimkan surat resmi penutupan sementara selama 14 hari kepada PT PEMI Balaraja.

“Hari ini kita akan menyampaikan surat perihal penutupan sementara selama 14 hari kepada PT. PEMI Balaraja terkait ada 2 orang karyawanya yang meninggal karena Covid-19,” kata Asisten Daerah Bidang Pemerintah dan Kesra Pemkab Tangerang Hery Heryanto.

BACA :  Diupah Rp 10 Ribu, Warga Kramatwatu Serang Jadi Kurir Sabu

Menurut Hery, penghentian sementara selama 14 hari kerja di PT PEMI merupakan amanat Pasal 13 Peraturan Bupati Tangerang Nomor 20 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Dalam Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Selain itu, pasal 13 ayat c poin 9 juga menegaskan, petugas medis dan satuan pengaman melakukan evaluasi dan penyemprotan disinfektan pada seluruh tempat, fasilitas dan peralatan tempat kerja.

Penghentian sementara dilakukan hingga proses evakuasi dan penyemprotan disinfektan serta pemeriksaan kesehatan dan isolasi tenaga kerja yang pernah melakukan kontak fisik dengan tenaga kerja yang terpapar Covid-19.

“Tim gugus tugas Covid-19, baik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Kesehatan akan melakukan penyemprotan disinfektan dan pengecekan kesehatan di PT. PEMI Balaraja,” jelas Hery.

Industri Masih Beroperasi

Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Pemkot Tangerang dan Pemkot Tangsel telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak 18 April 2020.

BACA :  Pembangunan Jalan Lingkar Utara Cilegon Dimulai Tahun Depan

Pedoman PSBB di Kabupaten Tangerang mengacu Peraturan Bupati Nomor 20 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Percepatan Penanganan Corona Virus Disesase 2019 (Covid-19 ) di Wilayah Kabupaten Tangerang, tertanggal 16 April 2020.

Perbup PSBB ini mengatur 47 pasal yang meliputi pembatasan aktivitas meliputi pembatasan proses belajar mengajar di sekolah atau instansi pendidikan lainnya, pembatasan proses bekerja di tempat kerja/kantor, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial budaya dan pembatasan penggunaan moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang.

Sejauh ini sejumlah kawasan industri di Kabupaten Tangerang masih tetap beroperasi. Hal tersebut terpantau di Kawasan Industri Manis, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang; Kawasan Industri Cikupa, dan Balaraja.

Selama PSBB, Pemkab Tangerang menetapkan pelayanan pemerintahan tetap jalan namun giat perkantoran dihentikan kecuali 8 sektor yaitu: kesehatan, pangan (makanan dan minuman), energi (air, gas, listrik, pompa bensin), komunikasi (jasa komunikasi maupun media komunikasi), keuangan dan perbankan, logistik (distribusi barang), industri yang berhubungan dengan kebutuhan keseharian (ritel, toko kelontong, warung kebutuhan sehari-hari, dan industri strategi yang ada di kawasan Kabupaten Tangerang.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler