Connect with us

Berita Terbaru

Jeritan Pelaku UMKM di Tengah Pandemi Covid-19; Sepi Pembeli sampai Terpaksa Gulung Tikar

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Pelaku UMKM ikut memeriahkan MTQ VI. Panitia sengaja menyedian stand khusus sebagai sarana promosi berbagai produk UMKM di Tigaraksa. (Banten Hits/ Romli Permana)

Lebak- Pandemi Covid-19 membuat perekonomian Indonesia lemah. Tak sedikit perusahaan besar merumahkan karyawannya.

Berbagai faktor menjadi alasan, mulai dari sulitnya bahan baku sampai memenuhi aturan pemerintah untuk Work From Home (WFH). Hal itu dilakukan semata-mata untuk memutus sebaran Corona.

Faktanya, Covid-19 tak hanya berdampak untuk perusahaan-perusahaan besar. Virus yang telah menjangkit ribuan orang di Indonesia juga membuat para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Kabupaten Lebak menjerit.

Bahkan, tak sedikit dari merrka akhirnya menyerah dan memilih tidak lagi memproduksi produknya.

BACA :  Ditertibkan, Koordinator PKL di Batuceper Suap Petugas

“Bukan karena bahan baku yang susah tapi karena udah sama sekali enggak ada yang beli,”kata seorang pelaku usaha hasil produk asli Lebak, Selasa, 28 April 2020.

Sepinya pembeli, kata Ade, mulai dirasa sejak virus Corona menyebar di Indonesia. Tidak hanya penjualan di gerai UKM secara langsung, pesanan yang biasa ke luar kota kini tidak lagi ada.

“Pas ada Corona saja tidak ada yang beli sampai gerai UKM pun sekarang tutup. Bukan hanya produk sale coklat saya yang tidak lagi produksi, ada beberapa teman-teman UKM lain yang setop karena tidak ada pembeli,” ungkap Ade.

Ade berharap, anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah daerah untuk penanganan dampak ekonomi, dukungan industri dan UMKM bisa membantu mempertahkankan geliat bisnis usaha kecil dan menengah.

BACA :  Satu Pekerja Pabrik Kayu di Balaraja Alami Luka Bakar

“Berharap bisa segera terealisasi, konkrit dan tepat sasaran,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lebak Yudawati membenarkan, adanya sejumlah pelaku usaha menutup kegiatannya pasca pandemi Corona yang semakin hari semakin terasa bagi pertumbuhan ekonomi.

“Betul, ada beberapa pelaku usahanya untuk menutup sementara, tapi ada sebagian yang masih memproduksi dengan jumlah yang tidak seperti biasanya. Saya harap virus mematikan ini segera berlalu dan pertumbuhan ekonomi kembali lancar sediakala,”pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler