Connect with us

Berita Terbaru

Mulai 1 Mei Tarif Penyebrangan Merak-Bakauheni Naik 40 Persen

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Kondisi Pelabuhan Merak yang sepi penumpang. Sejumlah perusahaan pelayaran mengalami jumlah penurunan penumpang hingga 80 persen. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon- Kementerian Perhubungan RI memutuskan untuk menaikan tarif jasa penyebrangan Merak-Bakauheni pada 1 Mei 2020. Kenaikan berkisar 6-40 persen seusai dengan jenis golongan kendaraan dan jenis penumpang.

Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 92 Tahun 2020 tentang Tarif Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan Kelas Ekonomi Lintas Antarprovinsi yang ditetapkan ditetapkan di Jakarta pada 22 April 2020.

“Iya (ada kenaikan tarif) hasil vicon (video conference) kemarin berbarengan 1 Mei dengan pemberlakuan tiket online,”kata Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten, Nurhadi Unggul Wibowo saat dikonfirmasi, Kamis, 30 April 2020.

BACA :  Warga Lebak Diminta Tangkal Berita Bohong

Nurhadi mengaku telah melakukan pembahasan tentang adanya kenaikan harga tarif penyebrangan, namun dalam perjalanannya tidak ada keputusan pasalnya terdapat perbedaan pendapat antara pemerintah dan perusahaan pelayaran sejak tahun lalu. Dimana desakan kenaikan tarif datang dari para pengusaha pekayaran lantaran sudah sekitar 2 tahun pemerintah tak menaikkan tarif penyeberangan.

“Kalau itu (kenaikan tarif) kan sebenernya sudah lama prosesnya karena sudah 2 tahun lebih (tarif) tidak naik maka Gapasdap protes. Sebetulnya diusulkan tahun kemarin, kan berlarut-larut itu, prosesnya kan panjang sampai dengan persetujuan Menko, kan nggak boleh kalau berdampak pada masyarakat banyak nggak boleh langsung menteri yang bersangkutan harus persetujuan Menko,”jelasnya.

Kenaikan yang disuarakan para perusahaan pelayaran, menurut Nurhadi lantaran mereka beralasan sudah banyak menanggung beban karena hitung-hitungan tarif yang berlaku sekarang tidak masuk dalam hitungan untung rugi. ditambah masa pandemi COVID-19 membuat beban perusahaan dikatakan berat.

BACA :  Ikut Rapat Pembahasan APBD, Dimyati: Saya Pengalaman Pimpin Pandeglang

“Masa pandemi COVID ini disampaikan perusahaan pelayaran bahwa masa pandemi ini tidak bisa ditunda lagi, situasi normal saja sudah berat apalagi dengan situasi COVID ini,” tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler