Connect with us

Berita Terbaru

Cegah Penyebaran Covid-19, Ketua DPRD Kota Serang Minta Kendaraan Plat B Tak Masuk Kota Serang

Published

on

Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustadi minta kendaraan berplat B tak masuk Kota Serang. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Mengantisipasi adanya penyebaran Covid 19 di ibukota Provinsi Banten, Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi meminta kendaraan berplat nomor B tidak masuk ke Kota Serang.

Kepada awak media Budi mengatakan, pihaknya menginginkan agar tim gugus Tugas melakukan pencegahan Covid-19 dengan mengecek kendaraan plat B yang dicurigai dari wilayah Tangerang, Jakarta, dan Bekasi, agar diarahkan kembali lagi.

“Tadi ada juga yang dari Bekasi suruh pulang lagi. Sementara yang boleh masuk itu orang Serang. Tapi misalkan ketika dicek suhunya tingg, maka akan dilakukan rapid test,” ujarnya saat dimintai keterangan di Posko Cek Point dan Screening, di Gerbang Tol Serang Timur, Kota Serang. Jumat 1 Mei 2020.

BACA :  Tahun Ini, 1.992 Guru Madrasah di Kota Serang dapat Insentif

Budi mengaku, untuk menunjang alat pengecekan, dirinya memberi bantuan rapid test, kacamata Google, dan alat pelindung diri (APD) medis bagi petugas di lokasi.

“Kita datang memberikan bantuan alat rapid test, kacamata G oogle, APD dan lainya. Saya ingin ketika nanti ada yang ODP maka langsung dilakukan rapid test. Ini juga dalam rangka memberikan bantuan pada pemerintah,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang M Ikbal mengatakan, pengecekan seperti ini dinilai efektif, terutama untuk kendaraan yang masuk dari zona merah seperti dari daerah Jakarta dan sekitarnya.

“Selama ini memang tidak ada larangan, dan sifatnya hanya imbauan. Namun kita lakukan pengecekan lebih labjut oleh petugas, apabila nanti ada yang kedapatan suhunya naik,” ujarnya.

BACA :  Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Juragan Sembako di Karawaci

Ikbal membeberkan, pada saat pemantauan sudah ada beberapa kendaraan yang masuk ke Kota Serang, dan akan dilakukan penyelidikan epidomologi. Harapannya nanti dapat dilakukan pemantauan di wilayah dia (warga) tinggal.

“Mereka nantinya selama 14 hari harus tetap dikarantina mandiri. Selanjutnya apabila suhu badanya panas, dan tidak memiliki rencana tinggal di Kota Serang. Kita arahkan untuk kembali ke tempat domisilinya,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler