Connect with us

Berita Utama

Mudik ke Cilegon Warga dari Zona Merah Covid-19 Akan Diisolasi di Tiga Tempat Ini

Published

on

Warga pemudik yang berasal dari zona merah Covid-19 akan diisolasi di tiga lokasi di Cilegon. Foto Ilustrasi: Pria di Pandeglang dijemput petugas Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Banten ke Wisma Atlet. (tangkap layar video warga)

Cilegon – Pemerintah Kota atau Pemkot Cilegon tengah menyiapkan tiga lokasi yang bakal dijadikan tempat isolasi bagi masyarakat yang baru datang dari luar daerah khususnya yang berstatus zona merah.

Tiga lokasi yang jadi tempat isolasi tersebut yakni gedung Balai Latihan Kerja (BLK) milik Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon, Rumah Singgah milik Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon, dan RSUD Kota Cilegon.

Saat dikonfirmasi Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon Aziz Setia Ade Putra mengungkapkan, tiga lokasi tersebut memiliki 113 tempat tidur.

BACA :  Bobol Dinding Bagian Belakang Alfamart Pasangrahan; Komplotan Maling Bawa Kabur Barang Dagangan Rp15 Juta

Rinciannya, 50 tempat tidur berada di BLK, Rumah Singgah terdapat 40 tempat tidur, dan di RSUD Kota Cilegon sebanyak 23 tempat tidur.

“Tiga tempat itu ditunjuk karena hanya itu milik pemerintah, kalau industri-industri kan punya hotel, KS misalnya,” ujar Aziz kepada awak media, Senin, 11 Mei 2020.

Tiga lokasi isolasi itu, lanjutnya, dapat juga digunakan untuk masyarakat selain yang baru tiba dari zona merah, seperti masyarakat yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) karena telah melakukan kontak langsung dengan pasien positif Covid-19.

“Jadi kalau ada masyarakat yang enggak mau isolasi mandiri di rumah, bisa pakai ruang isolasi ini, tidak dipaksa oleh pemerintah,” bebernya.

BACA :  Penampakan Porak-poranda Pangkalan Nelayan Desa Teluk Usai Diterjang Luapan Sungai Cipunten Agung

Aziz menambahkan pemerintah akan bertanggung jawab untuk kebutuhan seperti makanan jika terdapat masyarakat yang ingin melakukan isolasi di ruang yang disediakan.

Pemerintah pun akan memantau perkembangan kondisi kesehatan masyarakat yang menjalani isolasi selama 14 hari tersebut.

Namun, Aziz belum bisa menjelaskan secara detail fasilitas yang akan diterima masyarakat selama menjalani isolasi. Pasalnya hal tersebut masih dalam proses peninjauan dan kajian.

“Berapa banyak tenaga medisnya, apa saja fasilitasnya saya belum terima informasi karena kan sekarang masih ditinjau. Yang pasti tempat tidur dan makan akan ditanggung pemerintah,” imbuhnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler