Connect with us

Berita Terbaru

Lewat Kopi Aspirasi, Iip Miftahul Choiry Jaring Angan-angan dan Keluh Kesah Warga Lebak-Pandeglang

Published

on

Iip Miftahul Choiry saat melaunching Kopi Aspirasi di kediamannya Kampung Curugsari, Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang. (Istimewa)

Serang- Anggota Komisi VIII DPR RI Iip Miftahul Choiry melaunching Kopi Aspirasi di Kampung Curugsari, Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Rabu, 13 Mei 2020. Tujuannya untuk menjaring harapan atau angan-angan masyarakat di Kabupaten Lebak dan Pandeglang.

“Nanti akan kita undang masyarakat dari mulai tingkat RT untuk hadir di Kopi Aspirasi ini. Kita akan bangun diskusi dengan mereka. Nantinya aspirasi dari mereka akan saya angkat ke DPR RI,”kata Iip kepada awak media di kediamannya.

Iip mengklaim lewat kopi aspirasi feel yang terbentuk antara masyarakat dengannya akan lebih erat. Sehingga berbagai keluhan ataupun persoalan masyarakat di lapangan akan mudah terserap.

BACA :  Tiga Tewas Tabrakan Motor di Labuan Pandeglang

“Selama ini saya menjaring aspirasi masyarakat melalui silaturahmi-silaturahmi dan Reses. Dengan adanya wadah khusus ini masyarakat tidak ada sekatan dengan kita sehingga dalam penyampaian aspirasinya tidak akan canggung,”katanya. 

Selain itu, politisi muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga meminta agar para awak media untuk turut menyampaikan kondisi dan persoalan-persoalan di masyarakat yang tengah terjadi di masa pandemi Corona ini, terutama persoalan yang menyangkut dengan penanganan dampak ekonomi masyarakat, seperti dalam penyaluran bantuan jaring pengaman sosial (JPS).

“Karena para jurnalis akan lebih tahu kondisi di masyarakat saat ini, makanya di Kopi Aspirasi perdana ini kita sengaja mengundang rekan-rekan jurnalis,” tuturnya.

“Rencana kegiatan ini akan kita terus gelar setiap satu bulan sekali, tidak hanya dari kalangan masyarakat dari mulai dari tinggkat RT akan kita undnag untuk diskusi,” pungkasnya.

BACA :  Menkes Datangkan Dokter Tulang dari Jakarta untuk Korban Tusnami

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler