Connect with us

Berita Utama

Ngeri! Uang Palsu yang Dicetak di Kragilan dan Walantaka Ini Bisa Kelabui Mesin ATM Setor Tunai

Published

on

Enam anggota sindikat pencetak dan pengedar uang palsu di Serang ditangkap Polres Serang. Uang palsu yang dicetak sindikat ini bisa mengelabui mesin ATM setoran tunai. FOTO ILUSTRASI: Barang bukti uang palsu yang diamankan dari sebuah kapal tanker yang berada di Pelindo II, Kota Cilegon. (Banten Hits/ Iyus Lesmana)

Serang – Enam sindikat pembuatan dan pengedar uang palsu yang kerap beroperasi di wilayah Kabupaten dan Kota Serang, dibekuk Tim Reserse Mobile (Resmob) Polres Serang.

Menurut Kapolres Serang AKBP Mariyono, para pelaku dinamakan dari dua lokasi berbeda di wilayah Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang dan Walantaka, Kota Serang.

Yang mengejutkan, berdasarkan penyelidikan terungkap, uang palsu yang dicetak dan diedarkan para pelaku bisa mengelabui mesin ATM setoran tunai.

“Uang palsu bisa ditabungkan melalui mesin ATM (setoran tunai). (Kemudian) masih melalui mesin ATM, tersangka menarik kembali uang tabungan dan mendapatkan uang asli,” ungkap Mariyono kepada awak media, Rabu 13 Mei 2020.

BACA :  Hujan Sebentar Jalan MH Thamrin Cikokol Tangerang Berubah seperti Lautan

Lalu bagaimana bisa aksi pelaku tak terdeteksi mesin ATM?

Mariyono mengungkapkan, uang palsu buatan sindikat asal Kecamatan Walantaka tersebut merupakan modus baru. Sebab sebagian upal tersebut menggunakan uang asli, sehingga sulit untuk dideteksi. Jaringan pembuat upal sudah beroperasi selama tiga bulan di wilayah Kabupaten dan Kota Serang.

“Jadi modusnya membelah uang asli. Belahan uang asli disatukan dengan uang buatan mereka, begitu pun dengan belahan sisi lainnya. Jadi satu lembar uang asli dijadikan dua uang setengah asli,” ungkapnya.

Rp 3,7 Juta Dihargai Rp 2 Juta

Pengungkapan sindikat uang palsu itu, lanjut Mariyono, bermula dari laporan dua warga di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang yang menjadi korban.

Berbekal dua laporan itu, Tim Resmob langsung bergerak untuk melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka De alias Doyok (35) di Desa Sentul, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.

BACA :  Sudah Lunasi Pembayaran Toyota All New Rush TRD Sportivo Tapi Namanya Tak Terdaftar Pemesan, Konsumen Gugat Auto 2000 Cabang Serang

“Tim Resmob yang dipimpin Ipda Neo Aditya Kuntar berhasil mengamankan tersangka De di wilayah Sentul pada Senin (11 Mei 2020). Di dalam Tas uang pelaku kita temukan upal pecahan Rp100 ribu,” paparnya.

Kapolres menjelaskan dari keterangan De diketahui jika uang palsu tersebut didapat dari pelaku SU dan BK (daftar pencarian orang) sebanyak Rp 3,7 juta.

Oleh tersangka De, uang itu sudaj habis dibelanjakan di wilayah Kecamatan Walantaka, Petir, Cikeusal, dan kawasan Modern Cikande.

“Uang Rp 3,7 juta itu didapat dari hasil menukar uang asli sebesar Rp 2 juta. kemudian tersangka dan barang bukti dibawa untuk melakukan pengembangan,” tambahnya.

Mariyono menjelaskan, dari penangkapan itu, jajarannya langsung melakukan pengejaran terhadap sindikat uang palsu di wilayah Kelurahan Nyapah, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.

BACA :  Diduga Akan Pergi ke Jakarta, Pengemudi Losbak Ini Diberhentikan Petugas Karena Kepergok Bawa 'Pistol Revolver'

“Di sana kita berhasil menangamankan SU (30), K alias Sobled (35), EH (52), serta HA (23), yang merupakan pembuat dan pengedar upaI. Setelah dimintai keterangan bahwa keempat orang tersangka mengakui mencetak uang palsu tersebut di rumah tersangka SA (38) dengan menggunakan laptop dan printer miliknya,” ungkapnya.

Peran Berbeda

Mariyono merinci, keenam tersangka ini memiliki peran berbeda, di antaranya SA berperan menyediakan tempat untuk mencetak uang palsu dan menyiapkan laptop dan printer sebagai sarana. Tersangka SU dan K alias Sobled berperan sebagai pembuat dan pengedar. Kemudian tersangka EH (52 tahun), De alias Doyok dan HA berperan sebagai pengedar.

Dari keenam tersangka ini diamankan barang bukti 15 lembar bahan setengah jadi upal pecahan Rp 50 ribu yang sudah diprint, 9 lembar bahan upal yang belum dipotong sudah cetak pecahan Rp 50.000 sebanyak 180 lembar upal pecahan Rp100 ribu yang sudah cetak, 31 lembar upal yang sudah dicetak belum potong.

Selain lembaran uang palsu, petugas juga mengamankan barang bukti lainnya seperti 1 botol lem, 1 bendel kertas kosong, 1 unit laptop, 1 unit printer, 1 gulung benang hitam, 2 plastik jarum, 1 buah handphone serta 3 unit sepeda motor.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler