Connect with us

Berita Terbaru

Kojek, Ojol Kreasi Warga Lokal di Ujung Kulon yang Omsetnya Justru Berlimpah saat Pandemi Covid-19

Published

on

Logo Kulon Real Ojek atau Kojek, usaha rintisan warga lokal di Ujung Kulon. (Istimewa)

Pandeglang – Layanan ojek online alias ojol di Buffer Zone KEK Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, berlimpah omset sejak pandemi Covid-19.

Ini menunjukkan kehadiran ojol benar-benar dibutuhkan warga sekitae, terutama di masa pandemi Covid-19.

Di wilayah Tangerang, ojol sejenis yang memiliki modal besar sudah berhenti beroperasi sejak Tangerang ditetapkan zona merah Covid-19.

Pantauan BantenHits.com, masyarakat di sekitar kawasan Buffer Zone KEK Tanjung Lesung mengandalkan layanan ojol bernama
Kulon Real Ojek atau Kojek untuk mendapatkan menu berbuka puasa di bulan suci Ramadan.

Usaha Rintisan Warga Lokal

Ojek online yang sudah besar Go-jek, Grab, dan sejenisnya, sejauh ini belum ekspansi ke daerah-daerah pedesan seperti Ujung Kulon, yang menjadi wilayah terujung Provinsi Banten.

BACA :  Sebaran Covid-19 Mengkhawatirkan, Santri Asal Ponpes Ternama di Jawa Timur Ramai-ramai 'Mudik' ke Banten

Kondisi ini menjadi peluang usaha baru bagi sejumlah pemuda di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.

Mereka mulai merintis usaha transportasi berbasis daring yang beri nama Kojek, meski dengan segala keterbatasan.

Karim Amrullah, pendiri Kulon Real Ojek atau Kojek. (Dok. Pribadi)

Kojek digagas oleh Karim Amrullah pada awal 2019. Kini usaha rintisan Karim tersebut menjadi andalan masyarakat di tengah-tengah virus Corona.

Karim mengaku pertama merintis, layanan Ojek online belum menjadi kebutuhan bagi masyarakat khususnya di Buffer Zone KEK Tanjung Lesung.

“Awal merintisnya tahun 2019, tapi puncak Kojek mulai digunakan masyarakat sekarang, saat Pandemi Covid-19, ditambah bulan Ramadan,” kata Karim, Jumat, 15 Mei 2020.

BACA :  Disebut Aset Kementerian PUPR, Pengelolaan Situ Cilongok Diduga Ilegal

Karim mengaku, awalnya Kojek ini hanya untuk melayani tamu yang berkunjung ke wilayah Tanjung Lesung, yang kadang kesulitan mencari spot wisata di daerah Buffer Zone KEK Tanjung Lesung.

“Saat itu ada pelancong yang ingin mengetahui spot-spot wisata di daerah Buffer Zone. Disana saya mulai berpikir kenapa tidak membuat layanan antar wisatawan melalui ojek, sambil mengenalkan daerah kami,” jelasnya.

Menurutnya, banyak orang yang merasa terbantu dengan hadirnya Kojek di Buffer Zone KEK Tanjung Lesung, terutama untuk mitra Ojek dan pengolah makanan.

Untuk Ojek yang bermitra dalam melayani masyarakat hanya ada 3-5 Ojek, sedangkam untuk mitra pengolah makanan ada 20 orang.

“Ojek setiap harinya mendapat penghasilan Rp100-150 ribu. Sedangkan mitra pengolah makanan, mereka mengaku omzetnya naik,” pungkasnya.

BACA :  Iye-Awab Dekati Emak-emak di Cilegon; Ajak Kumpul di Hotel dan Serap Aspirasi

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler