Connect with us

Berita Utama

Petinggi Mahasiswa Abaikan Protokol Covid-19 dan Terjebak Kuasa Elit di Banten, BEM UPI Serang dan UIN SMHB Mundur dari Aliansi BEM Serang

Published

on

MAHASISWA BERBAGAI ELEMEN YANG TERGABUNG DALAM GERAM GELAR AKSI SEBUT WH-ANDIKA GAGAL PIMPIN BANTEN

BEM UPI Serang bersama BEM UIN SMHB Serang memutuskan mundur dari Aliansi BEM Serang. FOTO ILUSTRASI: Aksi mahasiswa berbagai elemen di Banten sebut WH-Andika gagal pimpin Banten.(Banten Hits/ Mahyadi)

Serang – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia atau BEM UPI Serang bersama BEM UIN SMHB memutuskan mundur dari Aliansi BEM Serang.Keputusan mundur disampaikan setelah sejumlah perwakilan mahasiswa dalam Aliansi BEM Banten dan Serang menggelar konferensi pers Senin malam, 17 Mei 2020 di Rumah Makan Iwak Banten Serang.

Saat konferensi pers Aliansi BEM Banten dan Serang menyampaikan sejumlah poin, salah satunya mendukung langkah Pemprov Banten mencabut kas daerah dari Bank Banten ke BJB, kemudian melakukan merger Bank Banten dengan BJB.

Seperti diketahui, sejumlah elemen mahasiswa kritis dan aktivis antikorupsi di Banten saat ini tengah menyoroti kejanggalan kebijakan mengalihkan kas daerah dari Bank Banten ke BJB.

Salah satunya kejanggalan, tak lama setelah kas daerah ditarik, Gubernur Banten Wahidin Halim mengajukan pinjaman Rp 800 miliar ke BJB. Pinjaman tersebut disebut tanpa bunga alias tak lazim terjadi dalam bisnis perbankan.

BACA :  Berparas Cantik dan Istri Pejabat, Dua Foto Wanita Blasteran Jerman Ini Ungkap Hobinya Blusukan ke Kampung

Abaikan Physical Distancing dan Politis

Presiden Mahasiswa (Presma) UPI Serang Riska Mahira menyebut, yang amat disayangkan dari pertemuan tersebut adalah tidak diindahkannya Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/199/2020 Tentang Komunikasi Penanganan Corona Virus Disease  2019 (Covid-19).

Kejadian ini menambah catatan evaluasi bagi BEM UPI Serang terhadap eksistensi BEM Serang.

“Sebagai salah satu elemen yang sejak awal bergabung dalam Aliansi BEM Serang, BEM UPI Serang melihat adanya kecenderungan pergeseran orientasi dalam Aliansi BEM Serang,” katanya melalui pesan singkat kepada BantenHits.com, Selasa 19 Mei 2020.

Ia menjelaskan BEM UPI Serang menyatakan keluar dari aliansi BEM Serang dengan alasan, bahwa pengambilan keputusan yang selama ini dilakukan kehilangan proses kajian yang memadai.

“Hal ini tidak sejalan dengan visi BEM UPI Kampus Serang untuk mengedepankan riset dan kajian sebagai alat pengambilan keputusan gerakan. Ini menjadi catatan penting atas keberadaan BEM UPI Kampus Serang di Aliansi BEM Serang,” paparnya.

BEM UPI Serang juga telah melakuka evaluasi kritis atas gerakan aliansi BEM Serang yang cenderung terlalu terpaku pada isu kepemimpinan yang sangat politis. Ranah gerak yang sangat terpaku pada isu sentral kepemimpinan di tingkat regional.

BACA :  Iti Minta Kejuaraan Marching Band di Lebak Dikembangkan

“Selain menjebak aliansi BEM Serang pada sebuah relasi kuasa elit yang kompleks di level regional, juga tidak sejalan dengan visi BEM UPI Serang yang mengusung ‘Gerakan Oposisi Ilmiah’ untuk menyikapi fenomena sosial-politik di Indonesia, khususnya di Provinsi Banten,” tegasnya.

Riska mengungkapkan ada empat catatan yang menegaskan perlunya mempertimbangkan ulang posisi BEM UPI Serang dalam Aliansi BEM Serang.

Keputusan untuk bertahan di BEM Serang, katanya, hanya akan memberi beban bagi BEM UPI Serang untuk tampil dalam penyikapan isu-isu politik tanpa memberi ruang kajian dan riset yang cukup.

“Masih banyak pula aliansi strategis yang bisa dibangun di luar pada berbagai isu yang akan dikawal. Maka dari itu, pada 19 Mei 2020 BEM UPI Serang menyatakan sikap keluar dari aliansi BEM Serang,” tegasnya.

“Pengunduran diri ini bukan berarti memutus hubungan dengan elemen di BEM Serang. BEM UPI Serang akan tetap setia mewacanakan ‘Gerakan Oposisi Ilmiah’  untuk mengawal proses demokratisasi secara terbuka dan sesuai dengan visi misi BEM UPI Serang  dan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan kampus manapun di Indonesia khususnya di Provinsi Banten,” sambungnya.

BACA :  Disnaker Kota Tangerang Berikan Pelatihan Peluang Buka Usaha

Sementara itu Presma UIN SMH Banten Ade Riyadi yang menyayangkan kegiatan BEM Banten dan Serang yang tidak mengindahkan imbauan pemerintah terkait dengan pencegahan penyebaran Covid-19 di Banten.

Sebagai mahasiswa, kata Ade, seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat untuk mengadakan kegiatan dengan memperhatikan protokol kesehatan dengan melakukan pertemuan secara daring. Jika tidak bisa, pertemuan tatap muka bisa dilakukan dengan cara menggunakan masker dan menjaga jarak.

“Untuk konten pernyataan sikapnya pun kami sangat menyayangkan. Oleh karena itu, kami akan keluar dari Aliansi BEM Serang,” tegasnya.

Aktivis mahasiswa UIN SMH Banten Dede Ruslan menambahkan, dirinya mengkritik konferensi pers yang digelar oleh Aliansi BEM Banten dan Serang yang menyikapi tentang Bank Banten

Dalam pandangannya, Dede yang juga menjabat Koordinator Forum Silaturahmi Organisasi Eksternal (FSOE) UIN Banten ini menilai, konferensi pers yang dilakukan oleh Aliansi BEM Banten dan Serang dianggap hanya cari perhatian dan disinyalir hanya mencari tunjangan hari raya (THR) menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Belum ada tanggapan dari Aliansi BEM Serang terkait mundurnya BEM UPI dan BEM UIN SMHN, termasuk penilaian gerakan Aliansi BEM Serang terjebak relasi kuasa elit di Banten. BantenHits.com masih terus mengupayakan konfirmasi.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler