Connect with us

Berita Terbaru

ASN Lebak Nekat Mudik saat Pandemi Corona? Siap-siap Ini Sanksinya

Published

on

Ilustrasi PNS. (FOTO: suaranusantara.com).

Lebak- Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak dilarang keras untuk melakukan mudik di tengah Pandemi Corona. Alasannya tertuang dalam Surat Edaran (SE) nomor 060/813-ORG/2020 tentang Libur dan cuti bersama Hari Raya IdulFitri 1441 Hijriah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak.

Berbagai sanksi pun turut disiapkan bagi para abdi negara yang bandel melakukan tradisi mudik. Mulai dari hukuman yang diberikan berjenjang, mulai dari hukuman sedang yakni teguran, pemotongan gaji, dan hukuman berat hingga pemberhentian tidak hormat alias pemecatan.

“Larangan mudik Lebaran 2020 juga sudah tertuang dalam peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Pan-RB) Tjahjo Kumolo melalui Surat Edaran Menpan-RB No 41/2020 tertanggal 6 April,”kata Kepala Bidang Pembinaan dan Data Informasi Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Lebak Wiwin Budhayarti, kepada awak media, Rabu, 20 Mei 2020.

BACA :  Warga Keluhkan Kondisi Jalan Ciwaru Serang

Wiwin menjelaskan, PNS yang melanggar ketentuan tersebut dapat dikenai hukuman disiplin kategori sedang hingga berat sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53/2010 tentang Disiplin PNS. Adapun ancaman terberat yakni diberhentikan secara tidak hormat sebagai pengabdi negara.

Berdasarkan PP tersebut sanksi untuk pelanggaran disiplin sedang terdiri dari penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 tahun, penundaan kenaikan pangkat selama 1 tahun, dan penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 tahun.

Sementara sanksi berat berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 tahun, penurunan jabatan setingkat lebih rendah, pencopotan dari jabatan, pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri, sampai pemberhentian tidak dengan hormat.

Untuk itu, Wiwin mengimbau agar para ASN yang berada di ruang lingkup Pemkab Lebak untuk senantiasa mematuhi peraturan larangan mudik guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

BACA :  Pamit ke Pasar Binong, Nenek Mutiah Tak Kunjung Kembali ke Rumah

“Bisa aja, sesuai peraturan efek pelanggarannya gimana berpengaruh negatif terhadap instansi atau pemerintah daerah,” pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler