Connect with us

Berita Utama

Dari Penanganan Covid-19 yang Berantakan sampai ASN Dibiarkan Berpolitik, HMI Beberkan Karut-marut Kepemimpinan di Banten

Published

on

Badko HMI Jabodetabek-Banten Aksi di Kantor Gubernur

Massa mahasiswa dari Badko HMI Jabodetabek-Banten saat aksi di Kantor Gubernur Banten, Kamis, 2 Mei 2019. Massa mendesak Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakilnya Andika Hazrumy turun dari jabatannya, salah satunya karena dinilai gagal mewujudkan kualitas pendidikan yang baik.(BantenHits.com/Mahyadi)

Serang – Sejumlah aktivis Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI di Banten kembali melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan Wahidin Halim alias WH-Andika.

Aliga Abdillah, salah satu aktivis HMI, menyesalkan tata kelola Banten yang menurutnya karut-marut.

Kepemimpinan WH-Andika dianggap sebagai bentuk perkawinan antar oligarki yang gagal dalam membawa Banten menjadi lebih baik

“Kita runut saja, dulu ASN dibiarin main politik gak ada yang dipecat, perlawanan terhadap Covid-19 berantakan, aset daerah seperti Bank Banten berpotensi gagal diselamatkan. Saya pikir satu periode cukup buat mereka,” katanya, Jumat 22 Mei 2020.

BACA :  Truk yang Terbalik di Marsekal Suryadharma Belum Dievakuasi

Peran Strategis Mahasiswa

Aliga juga kembali mengingatkan kepada seluruh mahasiswa di Banten agar mengerti betul peran strategisnya sebagai mahasiswa yang harusnya punya daya tawar.

“Setahun lalu saya dan temen-temen HMI, hijau hitamkan KP3B sampai geger itu isinya. Kita tidak ada mengenal istilah masuk angin, bukan kayak BEM zaman sekarang, dipanggil gubernur langsung diam, sindirnya.

Senada dengan Aliga Abdillah, Demisioner Ketum HMI Cabang Pandeglang, Fikri Annidzar juga menilai ada potensi bahaya jika WH-Andika masih pimpin Banten di periode depan.

“Rakyat Banten ini sudah cape model kepemimpinan seperi WH, gak jelas arahnya. Antara visi kepemimpinan dengan realisasi di lapangan terlalu jauh, dulu janjinya berobat gratis pakai E-KTP tapi praktiknya nol besar,” tutur Fikri.

BACA :  SKPD di Serang Urunan Gelar Pesta Rakyat Pelantikan Bupati

Fikri juga menyinggung soal penyaluran dana Bansos di Banten yang amburadul sehingga membuat banyak masyarakat yang membutuhkan malah tidak kebagian

“Pemprov Banten lemah secara data, padahal data ini fundamental sifatnya, kalau data bermasalah maka penyaluran Bantuan pasti juga masalah,” tutupnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler