Connect with us

Berita Terbaru

Lagi Heboh Selebgram Lelang Keperawanan, Buruh Cantik Korban PHK Pabrik Sepatu Nike di Tangerang Posting Pengakuan Mengejutkan

Published

on

Jusuf Kalla saat berkunjung ke PT Victory Chingluh Indonesia, pabrik sepatu Nike dan merek lainnya di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, beberapa waktu lalu. (FOTO: kompas.com)

Tangerang – Video lelang keperawanan seorang selebgram, Sarah Keihl, tengah viral. Dalam video yang sudah dihapus tersebut Sarah mengaku akan lelang keperawanan dengan tujuan dananya didonasikan untuk Covid-19.

Pemberitahuan lelang keperawanan itu ia posting di Instagramnya. Harga lelang keperawanan dimulai dari Rp 2 miliar.

Lain Sarah, lain pula kisah seorang buruh pabrik perempuan di Tangerang yang merupakan korban PHK setelah perusahaannya terdampak Covid-19.

Perempuan berparas cantik yang bekerja di PT Victory Chingluh, pabrik penghasil sepatu Nike dan merek lainnya di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang memposting foto lewat akun media sosialnya. Foto tersebut menuai sorotan dari masyarakat.

BACA :  Pimpinan Kerajaan Ubur-ubur Didiagnosa Alami Depresi

Dikutip BantenHits.com dari WartaKotaLive.com, perempuan berkerudung mengenakan seragam kerja PT Chingluh ini memegang kerta bertulisan ajakan nikah.

“Korban PHK mau nikah aja,” begitu tulisan yang digenggam oleh buruh tersebut.

Kepala Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Hendra menjelaskan, buruh di PT Chingluh yang terkena PHK jumlahnya mencapai ribuan orang.

“Total ada 7.486 PHK di PT Chingluh,” ujar Hendra, Kamis, 21 Mei 2020.

Hendra menjelaskan, ada dua pabrik dari PT Chingluh ini. Pertama, berada di Pasar Kemis dan yang kedua berlokasi di Cikupa, Kabupaten Tangerang.

“Di Pasar Kemis ada 4.985 kena PHK dan di Cikupa sebanyak 2.501 orang,” ucapnya.

BACA :  Jeremy Thomas Yakin Anaknya adalah Korban Narkotika

Pabrik tersebut memproduksi sepatu Nike dan lainnya. Hasil produksinya ini di-ekspor ke luar negeri.

“Alasan perusahaan PHK ribuan buruh karena sudah tidak ada order lagi dampak dari virus corona,” kata Hendra.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh