Connect with us

Berita Terbaru

Kejari Kota Cilegon Telusuri Temuan Sembako Bantuan Pemkot Cilegon yang Tak Layak Konsumsi

Published

on

Kasie Intel Kejari Kota Cilegon Hasan Asy’Ari memastikan pihaknya akan menelusuri paket bantuan sembako Pemkot Cilegon yang tak layak konsumsi. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Kejaksaan Negeri atau Kejari Kota Cilegon memastikan bakal melakukan penelusuran terkait bantuan kebutuhan bahan pokok masyarakat terdampak Covid-19 dari Pemkot Cilegon yang dikeluhkan oleh warganya karena diduga tidak layak untuk dikonsumsi.

Pemberian bantuan dari Pemkot Cilegon tersebut dilakukan pada Rabu 20 Mei 2020 lalu.

Bedaskan informasi yang berhasil dihimpun, paket sembako yang seharusnya dapat dan layak dikonsumsi masyarkat terdampak Covid-19 dikeluhkan, pasalnya terdapat salah satu paket sembako yakni beras yang kondisinya berbau busuk.

Sementara paket sembako itu sendiri berisikan beras, sarden, kecap, mie instan dan gula pasir.

BACA :  Tiga dari Enam Kandidat Sudah Kembalikan Formulir Pendaftaran Ketua KNPI Pandeglang

“Dari kami yang pertama akan melakukan penelusuran dahulu tetap kita kedepankan asas praduga tak bersalah, artinya kita nanti lihat di lapangan apakah benar faktanya seperti itu. Jika memang benar sangat kami sayangkan. Ini bantuan untuk rakyat terdampak Covid malah dipermainkan oleh mereka,” kata Kasie Intel Kejari Kota Cilegon Hasan Asy’Ari saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin, 26 Mei 2020.

Hasan membeberkan, pihaknya akan mencari data berapa jumlah anggaran yang digunakan untuk membeli kebutuhan bahan pokok masyarakat terdampak Covid-19 di Kota Cilegon.

Menurutnya, sangat disayangkan jika anggaran tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang ditemukan di lapangan.

“Kembali lagi kita harus pakai praduga tak bersalah kita lihat dahulu berapa anggarannya. Kalau misalnya kondisinya tidak sesuai dengan fakta dilapangan misalnya anggaran sekian dan itu bisa digunakan untuk kebutuhan sekian dan sesuai ya sudah. Namun kalau misalnya anggaran yang digunakan besar tapi ternyata bantuan yang di berikan hanya sebagian kecil artinya di situ ada permainan,” bebernya.

BACA :  Tolak Bus Karyawan dan Damri, Organda Kab. Tangerang Ancam Demo

Hasan menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa camat dan lurah untuk mengumpulkan warganya yang mendapatkan paket sembako yang tak layak dikonsumsi dari pemerintah.

“Kita akan kumpulkan data-datanya dahulu. Ada juga yang katanya sudah diganti kita lihat dulu niatnya mereka ini apakah ingin bermain di situ. Dan apakah kondisi ini hanya kekhilafan karena banyak pesanan dan pasti banyak karung-karung beras tidak mungkin di cek satu-satu yang jelas kita akan lakukan pemeriksaan,” imbuhnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Terpopuler