Connect with us

Berita Terbaru

Akses Masuk Ibukota Banten Diperketat sampai 22 Juni 2020; ‘Sanksi’ Karantina dan Putar Balik Disiapkan

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi saat melakukan pemeriksaan kendaaraan yang masuk ke wilayah Tangerang Raya. (Istimewa)

Serang- Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Serang terus memperketat akses masuk ke wilayah ibukota Banten. Caranya, dengan dilakukan pengeceakan suhu tubuh di beberapa titik check point.

Hal itu dilakukan dengan maksud memutus sebaran Covid-19 yang kian hari kian mengkhawatirkan. Terdapat delapan titik check point yang disiapkan gugus tugas untuk menghalau masyarakat yang berpotensi membawa wabah Corona masuk ke Kota Serang.

“Kita tim gugus tugas COVID-19 akan terus memperketat akses yang masuk ke Kota Serang. Kami juga membuat delapan titik pos penjagaan, di antaranya Kalodran, Sawah Luhur, Palima, Taktakan dan Boru,”kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Serang, Syafrudin kepada awak media, Kamis 28 Mei 2020.

BACA :  Cara Polres Serang Menekan Angka Kecelakaan, Razia Hingga Penyuluhan

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang Maman Lutfi mengatakan, penjagaan ini akan berlangsung hingga tanggal 22 Juni 2020. Namun, jika pandemi ini masih berlanjut, pihaknya akan memperpanjang penjagaan sesuai ketentuan tim gugus tugas. 

“Kita lebih memproritaskan penjagaan untuk warga luar Kota Serang. Jika ada yang suhu tubuhnya tinggi akan diputar balik jika itu warga luar Kota Serang, tapi kalau warga Kota Serang akan dikarantina,” kata Maman Lutfi saat ditemui di pos check point Boru, Kota Serang.

Sedangkan untuk waktu penjagaannya yakni 24 jam dengan membagi tiga shift, dengan masing-masing shift delapan jam. Untuk kendaraan barang yang membawa penumpang orang akan dikembalikan tanpa terkecuali.

BACA :  Akses Jalan Menuju Petir Serang Terendam Banjir

“Tadi juga ada mobil barang (bakter) membawa orang, kita kembalikan lagi atau tidak boleh lewat, karena kan bahaya,”tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler