Connect with us

Berita Utama

Pria Ini Ungkap Siasat Tembus Jakarta dan Lolos Hadangan Petugas di Tol Tangerang – Merak

Published

on

Petugas melakukan pengetatan di akses masuk Jakarta. Foto Ilustrasi: Petugas Polresta Tangerang menggelar razia wajib masker jelang diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di Tangerang. (BantenHits.com/ Hendra Wibisana)

Tangerang – Pengetatan di Tol Tangerang-Merak lebih ditingkatkan pasca-Idul Fitri 1441 H untuk mengadang warga yang masuk ke Jakarta supaya bisa memutus mata rantai Covid-19.

Sejak diterbitkan larangan mudik oleh Presiden Joko Widodo pada 25 April hingga 28 Mei 2020, Direktorat Lalu Lintas Polda Banten mencatat berhasil memutar balikan sebanyak 8.771 kendaraan pemudik yang mengarah dan keluar dari Pelabuhan Merak menuju Jakarta.

Namun, penjagaan super ketat yang dilakukan petugas gabungan ini, ternyata masih masih bisa ditembus. Kisah soal menembus penjagaan diungkapkan seorang pengendara Dody Purnomo.

Dikutip BantenHits.com dari Suara.com, Dody semula merasa tak terima diputar balik petugas di Gerbang Tol Cikupa saat ingin menuju Jakarta via Tol Merak-Tangerang.

BACA :  Ini Alasan Bandara Panimbang Pindah Lokasi

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 27 Mei 2020 sekira pukul 12.00 WIB. Dody yang bekerja sebagai Sales Manager Gas LPG hendak berangkat kerja dari rumahnya di kawasan Pasar Kemis, Tangerang untuk menemui pelanggannya di daerah Tanjung Priok dan Jakarta Gander City, Jakarta Utara.

Namun sesampainya di Gerbang Tol Cikupa, ia dipaksa putar balik oleh petugas karena tidak memiliki surat izin keluar masuk (SIKM) Jakarta.

“Setahu saya kan aturannya, kalau kita orang Jabodetabek mau ke Jakarta nggak perlu SIKM-kan. Saya sudah ngotot itu, agak ngeyel dikit kan, ‘ini lho aturannya’ saya bilang, ‘di lapangan berbeda, pak’ katanya. Wah ngawur kan,” kata Dody, Kamis, 28 Mei 2020.

Dalam perdebatan itu, Dody hanya menunjukkan KTP dan kartu nama yang menyatakan dirinya bekerja sebagai pegawai perusahan gas LPG. Pun dia juga tidak merasa melanggar aturan PSBB dengan menggunakan masker dan hanya sendiri di mobil, namun upaya itu tetap tidak digubris petugas yang tetap meminta SIKM.

BACA :  Bandara Soetta Antisipasi Insiden di Bandara Pekanbaru Terjadi

“Cuma ya itulah ini semua Satpol-PP, Polisi, TNI, aduh ini orang pada enggak baca aturan atau gimana ya? Kecuali KTP saya Serang (Banten),” ucapnya.

Melipir ke Bitung

Meski disuruh putar balik, Dody tak kehilangan akal. Dia langsung keluar dari Gerbang Tol Cikupa menuju Jalan Raya Serang dan masuk ke jalan tol lagi melalui Pintu Tol Bitung hingga lolos pemeriksaan masuk Jakarta.

“Saya putar balik lah, males ribut-ribut, kesal juga sih. Akhirnya, saya putar terus keluar tol, lewat Jalan Raya Serang, masuk pintu Tol Bitung masuk tidak ada petugas, udah tuh lancar masuk sampai Jakarta,” katanya.

Dody mengaku paham dengan aturan yang berlaku, dia hanya ingin aturan tersebut dilakukan dengan tepat oleh petugas di lapangan.

BACA :  Kementerian PUPR Hibahkan Sejumlah Infrastruktur di Kampung Wisata Cikadu Pandeglang

“Ini saya komplain ke aparatnya saja yang belum baca aturan. Kasihan orang yang sudah janjian, mau kerja kan, sesuai haknya lah, kalau yang jangan, ya jangan, kalau boleh ya boleh,” tegasnya.

Web Pembuatan SIKM Sulit Diakses

Setelah kejadian itu, Dody langsung mengajukan pembuatan SIKM melalui email ke Pemprov DKI Jakarta, sebab situs pembuatannya tidak bisa diakses.

“Saya sudah mengajukan by email sampai sekarang belum ada approvement. By sistem tidak bisa kan lagi down mereka, makanya disuruh by email,” katanya.

Untuk diketahui, PT Jasa Marga (Persero) mencatat pada Senin-Selasa (25-26/5/2020) kemarin sudah ada sebanyak 37.134 kendaraan, turun sebesar 53 persen dari Lebaran tahun 2019 yang masuk ke Jabodetabek melalui GT Cikupa.

SIKM Jabodetabek bisa diajukan langsung oleh masyarakat yang memenuhi syarat dan membutuhkannya melalui lama corona.jakarta.go.id, masyarakat tinggal mengikuti langkah-langkah yang tertera di laman tersebut.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler