Connect with us

Berita Terbaru

Kampung Kasus Pertama Positif Corona di Lebak Dirapid Test, Warga Kocar-kacir

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Pengguna KRL di Stasiun Rangkasbitung saat dilakukan Rapid Test massal. (Istimewa)

Lebak- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lebak melakukan rapid test massal di Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Jumat, 29 Mei 2020.

Pelaksanaan dipusatkan di Kampung Cipunaga, Desa Cihara, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak.

Kampung tersebut merupakan daerah tempat tinggal pasien pertama yang dinyatakan positif Corona di Kabupaten Lebak. Ia merupakan seorang ketua RT juga petani.

Juru bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lebak, Firman Rahmatullah mengaku telah menyiapkan 250 alat rapid test untuk warga Kampung Cipunaga, Desa Cihara, Kecamatan Cihara.

Namun faktanya, hanya terdapat 31 warga yang menyatakan siap dan menjalani rapid test.

BACA :  Festival Al Azhom Kota Tangerang 2017 Usung Tema 'Hijriah Penuh Warna'

“Banyak yang takut kang, karena memang asumsi mereka (warga) kalau reaktif dibawa ke Jakarta. Padahal, tidak. Kalaupun reaktif mereka hanya disarankan isolasi mandiri,”kata Firman saat dihubungi Bantenhits.com melalui telepon selulernya, Sabtu, 30 Mei 2020.

“Reaktif rapid test juga belum bisa dinyatakan positif Corona. Ini sebagai langkah antisipasi saja, jadi mereka yang reaktif tidak dibawa ke Jakarta atau di isolasi di Rumah sakit hanya menjalani isolasi mandiri di rumah,”tambahnya.

Firman mengaku rapid test akan terus dilakukan sampai dengan kuota alat habis. Terlebih, di Kampung Cipunaga telah terdapat satu pasien positif Corona.

“Kan di kampung itu (Cipunaga) ada yang positif. Kasus pertama di Lebak. Jadi harus dirapid. Gugus tugas kecamatan akan melaksanakan ulang rapid dan tentunya mengedukasi warga terlebih dahulu bahwa rapid test itu tidak menyeramkan,”ucapnya.

BACA :  Pengendara Motor Vario Tewas Terlindas Truk Pasir di Tangerang

Sementara Camat Cihara, Ade Kurnia Wijaya membenarkan masih banyaknya warga di Kampung Cipunaga yang ketakutan mengikuti Rapid Test.

Selain, karena kabar diisolasi di rumah sakit, kata Ade penyebab warga menjadi ketakutan juga dipengaruhi beberapa faktor lainnya.

“Ya mereka takut kalau reaktif diamankan, dibawa ke rumah sakit dan tidak boleh bertemu keluarga. Padahal kan tidak sama sekali. Mereka yang dinyatakan reaktif rapid hanya disarankan isolasi mandiri di rumah,”kata Ade.

“Faktor lainnya juga saat pelaksanaan Rapid test itu kan pukul 14.30 WIB. Kebanyakan warga juga masih berada di sawah. Kan mayoritas petani,”tambahnya.

Ade menerangkan di Kampung Cipunaga terdapat 114 KK atau sekitar 400 jiwa yang tinggal.

BACA :  Pasutri Warga Cipondoh Korban Fortuner Maut Tinggalkan Anak Balita

“Ya, baru 31 yang ikut rapid. Itu semua hasilnya non reaktif. Hari ini dan besok kita lakukan sebari mengedukasi warga. Kita bawa mereka yang sudah ikut rapid untuk meyakinkan warga lainnya,”tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler