Connect with us

Berita Utama

Resmi! 1.000 Lebih Masjid dan Musala di Kabupaten Tangerang Mulai Senin 1 Juni 2020 Dibuka Lagi

Published

on

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar berdoa saat simulasi pembukaan kembali masjid dan musala di Kabupaten Tangerang setelah ditutup karena pandemi Covid-19. (FOTO: tangerangkab.go.id)

Tangerang – Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar memastikan, masjid dan musala yang berjumlah lebih dari 1.000 di Kabupaten Tangerang dibuka kembali untuk pelaksanaan salat berjamaah lima waktu, mulai Senin, 1 Juni 2020.

Kepastian tersebut disampaikan Zaki kepada BantenHits.com sesuai menggelar rapat bersama Gubernur Banten Wahidin Halim, Sabtu siang, 30 Mei 2020.

“Alhamdulillah Pak Gubernur Banten sepakat untuk mulai tanggal 1 (Juni 2020) masjid dibuka untuk salat jamaah lima waktu,” kata Zaki.

Di luar pelaksanaan salat berjamaah lima, waktu, seperti Salat Jumat, Pemerintah Kabupaten Tangerang masih harus melihat perkembangan situasi beberapa hari ke depan.

“Untuk (izin pelaksanaan) Salat Jumat melihat sikon (situasi dan kondisi) dan kesiapan masjid-masjid menerapkan protokol Covid-19,” jelasnya.

BACA :  Fasilitas Citimall Cilegon Dikeluhkan Pedagang; Plafon Air Bocor sampai Lantai yang Belum Terpasang

Meski telah resmi membuka kembali pelaksanaan salat berjamaah lima waktu di masjid dan musala di Kabupaten Tangerang, Zaki meminta DKM dan pengurus masjid menerapkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol Covid-19 selama ibadah dilaksanakan.

Zaki memilih mendahulukan buka masjid dibanding sekolah dan pusat belanja supaya masyarakat bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah, dan lebih banyak berdoa memohon perlindungan.

“Dan secara praktik, relatif lebih sederhana di banding dengan sekolah SD dan SMP, apalagi mal dan tempat hiburan lainnya,” kata Zaki.

Saat menggelar simulasi pembukaan masjid di tengah pandemi dengan standar protokol kesehatan Covid-19 di Masjid Agung Al-Amjad Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Jumat, 29 Mei 2020, Zaki mengajak seluruh alim ulama, kiai, dan habaib di Kabupaten Tangerang maupun dan kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang untuk sama-sama memulai penggunaan masjid dan musala dengan disiplin tinggi sesuai protokol kesehatan.

BACA :  Mantan Bupati Pandeglang Jabat Wakil Ketua MPR

“Saya harap acara simulasi ini harus benar-benar dipahami oleh ulama dan para kiai kita agar masyarakat bisa mengikuti para alim ulama kita. Jadi tolong benar-benar masyarakat harus disiplin tinggi untuk menuhi semua aturan protokol kesehatan, dan secapatnya saya akan lapor Gubernur dan saya sih berharap secara bertahap akan mulai dibuka pada 1 Juni ini,” harap Zaki.

Zaki juga meminta, sebelum nanti masjid dan musala dibuka secara bertahap, seluruh DKM, ulama dan kiai mengetahui kaidah-kaidah tentang cara beribadah yang baru di masjid atau musala di tengah pandemi saat ini. Protokol tersebut perlu diterapkan demi kebaikan bersama.

“Kalau kita tidak mengikuti protokol yang ada, dikhawatirkan masyarakat bisa terkena wabah ini karena keteledoran dan ketidakdisiplinan. Tapi kita berusaha agar masyarakat jangan sampai tertular, itu juga bagian dari perjuangan kita, urusan mati memang di tangan Allah tapi kita wajib berikhtiar,” tegasnya.

BACA :  Pemuda Pandeglang Kompak Turun ke Jalan Ingatkan Pemkab Pentingnya Dunia Pendidikan  

Dalam kesempatan itu, Zaki juga mengungkapkan alasan kenapa Pemkab Tangerang memilih mendahulukan membuka masjid dibanding mal.

“Kenapa yang kita buka masjid dulu bukan mall dan bukan yang lain, karena di tengah pandemi ini kita berharap masyarakat bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah, lebih banyak berdoa dan memohon perlindungan. Kalau di mal masyarakat bisa berlama-lama di sana, kalo di masjid rata-rata masyarakat hanya 30 menit sampai 1 jam di dalamnya,” jelasnya.

“Saya harap masyarakat di tengah pandemi ini bisa lebih mendekatkan diri dan berdoa agar wabah ini segera usai, dan untuk tempat ibadah lain juga akan segera dilakukan simulasi. Setelah sarana ibadah dibuka, maka yang lain akan ikut dibuka seperti mal dan lainnya, tapi tetap dengan protokol kesehatan,” sambungnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler