Connect with us

Berita Terbaru

Cerita Kampung Cekal Corona di Ibukota Provinsi Banten yang Lahir saat PSBB, Kini Warganya Bisa Bagi-bagi Lele

Published

on

Warga Kampung Cekal Corona Dompet Dhuafa di Kampung Ciwaru, Cipocok Jaya, Kota Serang, panen lele hasil budidaya selama 20 hari. (Dok.Dompet Dhuafa)

Serang – Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB merupakan langkah pemerintah untuk memutus penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Praktis, sejak dilakukan pembatasan warga di sejumlah wilayah, tak terkecuali di Provinsi Banten lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Nah, sejak 10 Mei 2020, warga di Kota Serang, yang merupakan Ibukota Provinsi Banten, mendirikan Kampung Cekal Corona yang berlokasi di Kampung Ciwaru, Kelurahan Cipocok Jaya, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.

Kampung Cekal Corona ini diinisiasi Dompet Dhuafa. Melalui program ini, warga di Kampung Cekal Corona mengisi waktu selama di rumah saja dengan berkebun kangkung dan membudidayakan ikan lele.

BACA :  PKS Ancam Polisikan Akun Facebook terkait Postingan "Orang Banten Haram Dukung PKS"

Setelah 20 hari lebih menanam, warga pun sudah bisa melakukan panen perdana, Selasa, 2 Juni 2020. Hasil panen lele dan kangkung pun dibagikan merata ke setiap warga.

“Alhamdulillah, Pak. Akhirnya lele bisa dipanen dan didistribusikan ke para warga,” kata Samlawi, Ketua RT 01/08 Kampung Ciwaru, dalam keterangan tertulis Dompet Dhuafa.

Sejumlah ibu-ibu di Kampung Cekal Corona Dompet Dhuafa di Kampung Ciwaru Cipocok Jaya, Kota Serang, memanen kangkung hasil budidaya dan membagikannya ke warga. (Dok.Dompet Dhuafa)

Penanggung Jawab program Kampung Cekal Corona LKC Dompet Dhuafa Banten, Andy Asry menghadiri panen perdana tersebut.

“Agenda kita hari ini ingin memanen lele, nantinya lele yang sudah bisa dipanen akan langsung kita distribusikan ke penerima manfaat,” jelas Andy.

BACA :  Mau Berjualan Hewan Kurban di Lebak? Begini Aturan Mainnya

Gagasan Dompet Dhuafa, kata Andy, sudah memulai program ketahanan pangan keluarga diinisiasi oleh Parni Hadi selaku Inisiator dan Ketua Pembina Yayasan Dompet Dhuafa.

Budidaya ikan lele termasuk salah satu strategi Dompet Dhuafa, agar tetap terjaga ketahanan pangan mustahik serta membentang luas kebermanfaatan dalam menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi.

Sebab adanya budidaya tersebut, dapat dimanfaatkan untuk konsumsi pribadi maupun kelompok keluarga.

Di Kampung Ciwaru sendiri, hasil budidaya lele warganya bisa dirasakan oleh 15 warga penerima manfaat. Salah satunya, Sani (60).

“Alhamdulillah hari ini dapet lele, Pak. Mau dimasak buat makan nanti di rumah bersama keluarga saya,” ungkap Sani

Dompet Dhuafa aktif membantu pemerintah dalam hal pengentasan kemiskinan dalam situasi pandemi saat ini.

BACA :  Bantah Tudingan Ombudsman Banten Soal Penanganan Korban Tsunami Lemah, Bupati Irna: Cukup Baik

Dalam membantu masyarakat menghadapi karantina wilayah saat pandemi Corona Dompet Dhuafa menyiapkan program coronanomics yang bisa disebut lingkaran ketangguhan pangan berbasis keluarga.

Dompet Dhuafa mendorong masyarakat untuk menginisiasi bentuk-bentuk pertanian dan peternakan sederhana yang berbasis pekarangan sempit. Sehingga penting dilakukan agar mereka dapat menciptakan kemandirian dalam mencukupi kebutuhan pokok keluarga.

“Hari ini lele telah kita distribusikan ke 15 kepala keluarga, setiap kepala keluarga menerima 6 ekor lele, kalau ditotal ada 90 ekor lele yang berhasil kita panen hari ini,” jelas Andy.

Meski ada beberapa hal yang membuat panen tak merata, Andy optimistis program seperti ini bisa bermanfaat buat warga.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler