Connect with us

Berita Terbaru

Ratusan Warga dan Perangkat Desa Geruduk DPRD Lebak Protes Cuitan Politisi PPP soal Bansos Covid-19

Published

on

Para Kepala Desa, Perangkat Desa dan TKSK saat memadati ruang paripurna DPRD Lebak. (Istimewa)

Lebak- Gedung DPRD Kabupaten Lebak mendadak dipadati masyarakat, Rabu, 3 Juni 2020. Mereka merupakan para kepala desa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), Perangkat Desa (Prades) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) bantuan sosial pangan (BSP) sembako di Kabupaten Lebak.

Tanpa mengindahkan protokol kesehatan, mereka memadati ruang paripurna DPRD Kabupaten Lebak. Tujuannya untuk beraudiensi dengan pimpinan dewan, soal cuitan salah satu anggota DPRD Lebak bernama Musa Weliansyah di media sosial.

Cuitan politisi PPP itu dinilai mereka telah menyudutkan kades, perangkat desa dan TKSK soal bantuan sosial tunai (BST) Kemensos dan BLT dana desa.

BACA :  Tak Ingin Ada Lagi Dolbon di Tahun 2023, Wali Kota Serang Tekankan Setiap Kelurahan Buat MCK

Dalam audiensi, Darmawan, Wakil Ketua Apdesi Lebak mengatakan, kedatangannya ke gedung DPRD untuk beraudiensi menyikapi beberapa postingan Musa Weliansyah di akun facbooknya soal BST Covid – 19.

Apdesi menilai, postingan Musa Weliansyah di akun facebooknya bukan bentuk edukasi kepada masyarakat melainkan membuat suasana semakin gaduh.

“Kami menilai postingan saudara Musa Weliansyah sudah mendeskriditkan kepala desa dan perangkat desa, membuat gaduh sehingga menimbulkan kebencian masyarakat desa kepada kepala desa,”ujar Darmawan yang juga Kades Cikatapis, Kecamatan Kalanganyar.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Lebak Dindin Nurohmat mengaku telah merespon aspirasi yang disampaikan oleh Apdesi dan perangkat desa.

“Kemarin saya terima kop nya dari Apdesi, makanya yang kami bilang itu Apdesi. Jadi kalau memang TKSK misalnya mau berdiskusi dengan DPRD silahkan melalui TKSK, karena lembaga yang berbeda. Jadi lembaga yang berbeda antara Apdesi dengan TKSK. Kalau TKSK kaitannya dengan dinas sosial jadi boleh menyampaikan juga,” ucap Dindin saat memberikan penjelasan kepada pihak Apdesi.

BACA :  Gandeng Baznas, Bupati Irna Serahkan Bantuan Untuk Majelis Taklim

Audiensi Melabrak Maklumat Kapolri

Dikonfirmasi terpisah, Anggota DPRD Lebak dari fraksi PPP, Musa Weliansyah menuding jika paripurna yang digelar di ruang rapat DPRD Lebak telah melanggar maklumat Kapolri soal menjaga jarak di tengah pandemi Covid-19.

“Pemberitahuan awal hanya ada 10 orang perwakilan yang akan audensi. Ini yang datang malah ratusan orang dan ingin menyerang pribadi saya. Ini sudah jelas melanggar aturan dan maklumat Kapolri di tengah kondisi PSBB. Harusnya mereka memberikan contoh yang baik kepada warga Lebak,”tuding Musa.

Gerakan APDESI Dipolitisasi

Musa pun menanggapi soal pelaporan ke BK yang dilakukan oleh Apdesi. Menurutnya, langkah yang dilakukan oleh Apdesi sengaja dilakukan untuk merusak citra dirinya.

BACA :  Polres Metro Tangerang Ungkap Penggelapan Belasan Mobil Rental, Begini Modusnya

“Mereka ini bukan butuh penjelasan dari saya justru sengaja dilakukan untuk merusak citra saya. Ini sudah dipelintir dan dipolitisasi. Mereka bilang gaduh, siapa yang gaduh. Yang gaduh itu justru oknum-oknum yang tidak suka dengan statemen saya termasuk oknum yang saya laporkan terkait adanya pungli.

Adanya pungli ini adanya fakta termasuk oknum-oknum Prades yang menerima bantuan BLT,” beber Musa.

Musa pun meminta, jika pihak-pihak terkait merasa dirugikan atas langkah yang sudah dilakukannya, dirinya mempersilahkan untuk melaporkan kepada aparat hukum.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler