Connect with us

Berita Terbaru

Begini Penampakan Pusat Perbelanjaan di Kota Cilegon setelah Diterapkan Protokol Kesehatan

Published

on

Forkopimda Kota Cilegon saat meninjau penerapan protokol kesehatan di mal. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Pemerintah Kota atau Pemkot Cilegon bakal membatasi masyarakat yang akan mengunjungi pusat keramaian, menyusul penerapan protokol kesehatan jelang new normal.

Pusat keramaian yang dibatasi di antaranya mal, tempat perdagangan dan tempat ibadah. Pemkot Cilegon hanya memperbolehkan diisi 40 persen pengunjung dari kapasitas yang dimiliki.

Untuk memastikan aturan tersebut Wali Kota Cilegon Edi Ariadi, bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Endang Efendi, Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana, Dandim 0623 Cilegon Letkol Arm Rico Ricardo Sirait, dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon Andi Mirnawati, melakukan peninjauan ke salah satu pusat perbelanjaan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan.

BACA :  Long Weekend, Penumpang Bandara Soetta Mencapai 850 Ribu

Rombongan yang tergabung Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tersebut mendatangi Cilegon Center Mal (CCM), Kamis, 4 Juni 2020.

Saat melakukan peninjauan di beberapa tenant Wali Kota Cilegon Edi Ariadi mengingatkan kepada penjaga tenant untuk mematuhi protokol kesehatan seperti aturan jaga jarak, penyediaan sarana cuci tangan, dan pemakaian masker bagi penjaga tenant.

Selain itu, Edi juga sempat mengimbau ke beberapa pengunjung mal untuk memakai masker.

“Kita berharap pelayanan publik dan aktivitas perdagangan lainnya bisa dilaksanakan sesuai protokol penanganan Covid-19 dalam rangka mengantisipasi penyebaran penularan wabah Covid-19,” ujar Edi Ariadi.

Wali kota menerangkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon bakal kembali membuat regulasi agar pembatasan operasional mal dan toko modern diperlonggar.

BACA :  Diduga Mengantuk, Anggota DPRD Kota Cilegon Alami Kecelakaan

Sejak adanya status darurat Covid-19 di Kota Cilegon, operasional mal, restoran dan toko modern dibatas dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB.

” Mal, pasar, nanti jam operasionalnya bisa ditambah, tetapi tidak mengabaikan protokol kesehatan dan tetap ada penjagaan dari Disdperindag bersama polisi dan tentara,” tegasnya.

Edi juga mengimbau kepada setiap pengunjung maupun karyawan saat memasukk mal wajib diperiksa suhu tubuh, mengenakan masker dan mencuci tangan sebelum masuk area mal. Bagi pengunjung yang tidak memakai masker bakal dikenai sanksi.

“Pengunjung mal juga dibatasi hanya 40 persen dari kapasitas mal. Kami juga akan memberikan sanksi tegas kepada tenant yang tidak menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

BACA :  Polda Banten Lakukan Trauma Healing Korban Tsunami di Carita

Di tempat yang sama Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana menambahkan kegiatan norma baru, bertujuan agar perekonomian kembali bergerak. Upaya mendisipilinkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan, pihaknya meminta bantuan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Seperti dalam hal ibadah bagi umat Muslim, kami berharap jamaah membawa sajadah sendiri-sendiri dan menyediakan sarana cuci tangan,” pintanya.

Tempat ibadah bisa kembali beroperasi, kata Yudhis, tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan. Sementara, untuk tempat hiburan saat ini masih dilarang operasi. Jika ada tempat hiburan yang beroperasi, maka akan ditindak tegas.

“Sementara ini belum ada tempat hiburan malam yang beroperasi,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Terpopuler