Connect with us

Berita Utama

Pekerja Pabrik dan Arus Mudik Jadi Biang Positif Covid-19 di Kota Serang Meroket, Padahal Wilayah Lain sedang Bersiap New Normal

Published

on

Wali Kota Serang Syafrudin bersama Komisi II DPRD Kota Serang sidak ke Kantor Dinkes Kota Serang. Pasien positif Covid-19 di Kota Serang melonjak saat wilayah lain bersiap new normal, penyebabnya diduga penularan dari buruh pabrik dan terjadinya arus mudik.(BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Kasus pasien positif Covid-19 di Kota Serang meroket hanya dalam tempo sepekan lebih. Tercatat, sejak akhir Mei hingga 8 Juni 2020, sudah delapan orang dinyatakan positif Covid-19.

Kondisi yang dialami Kota Serang jelas berbanding terbalik dengan wilayah lain di Provinsi Banten, seperti Tangerang yamg sudah bersiap new normal.

Merespons kondisi tersebut, Wali Kota Serang Syafrudin bersama anggota Komisi II DPRD Kota Serang Fraksi PAN melakukan kunjungan ke Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Serang untuk mastikan kesiapannya untuk mengatasi pandemi Covid-19 di Kota Serang.

BACA :  Siswa Belajar di Teras, Dindikbud Lebak Janji Bangun Lima Kelas

“Kami datang ke sini ditemani Komisi II DPRD Kota Serang ingin menanyakan kesiapannya untuk penanganan Covid-19 di Kota Serang,” kata Syafrudin.

“Dalam perkembangan Covid-19 di Kota Serang semenjak bulan akhir Mei sampai bulan Juni 2020 ini ternyata perkembangannya sangat luar biasa. Jadi dari 5 orang yang positif akhir bulan Mei ke sekarang menjadi 8 orang,” sambungnya.

Syafrudin juga berharap kepada jajaran Dinkes Kota Serang agar lebih sigap dalam rangka menanggapi masyarakat. Karena, informasi masyarakat juga tidak boleh diabaikan.

“Ada masyarakat yang sesak nafas, termogannya tinggi itu juga harus langsung ambil tindakan. Sehingga penanganan Covid-19 ini terjaga,” harapnya.

Selama ini, pihaknya mengapresiasi kinerja Dinkes Kota Serang karena penanganan selama tiga bulan dari bulan Maret sampai Mei keadaannya bertahan dan tidak ada perkembangan.

BACA :  Vario vs R15 di Jalan Bintaro Utama, Satu Tewas

“Naik turun, akan tetapi di bulan ini ada peningkatan,” katanya.

Berdasarkan hasil evaluasi jajarannya, kata Syafrudin, meningkatnya pasien positif Covid-19 di Kota Serang akibat memasuki bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

“Pas Lebaran banyak masyarakat luar masuk ke Kota Serang dan sebaliknya. Ada juga yang bekerja di PT PEMI, kan disana sudah banyak yang terpapar. Itu jadikan bahan evaluasi kami untuk meningkatkan tracking dan peningkatan penularan ini untuk segera ditangani dan bisa diselesaikan,” paparnya.

Syafrudin memastikan, ke depan setelah banyak masyarakat yang positif, pihaknya akan mengambil langkah serta menekankan kepada Dinkes Kota Serang untuk segera diperiksa yang positif dan dilakukan isolasi mandiri.

BACA :  Ingin Segera Dibangun Huntap, Korban Tsunami Selat Sunda Ngaku Huntara Buat Ekonomi Tercekik

“Yang terpapar segera isolasi mandiri serta keluarganya cek, serta rapid test lingkungan yang terpapar. Kemudian juga kegiatan orang yang positif segera ditracking sehingga akan mendapatkan hasil yang benar-benar akurat,” tandasnya.

Berdasarkan informasi di laman infocorona.kotaserang.go.id yang terakhir diperbaharui Senin, 8 Juni 2020, pasien positif Covid-19 di Kota Serang mencapai 16 orang, satu di antaranya meninggal dunia.

Sementara, pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 41 kasus dan orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 350 kasus.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler