Connect with us

Berita Terbaru

Ternyata Landmark Pandeglang Dibangun atas Inisiasi BRI di Atas Lahan Milik Perhutani, Saat Peresmian Juga Didoakan Abuya Dimyati

Published

on

Acara seremonial peletakan batu pertama pembangunan Landmark Pandeglang di Gunung Karang, Senin, 14 Oktober 2019. Pembangunan landmark menggunakan dana CSR BRI Cabang Pandeglang sebesar Rp 3,8 miliar. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Pembangunan Landmark Pandeglang di Lereng Gunung Karang, Kabupaten Pandeglang, diprotes KH Muhammad Murtadho Dimyati, pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, Cidahu, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang.

Pemkab Pandeglang pun memberikan penjelasan terkait pembangunan Landmark Pandeglang tersebut.

Menurut Kabag Humas Pemkab Pandeglang Tb. Nandar Suptandar, Landmark Pandeglang dibangun di atas lahan milik Perhutani atas inisiasi dari Bank Rakyat Indonesia.

“Pemkab Pandeglang menyambut inisiasi tersebut dengan beberapa persyaratan di antaranya pembiayaan pembangunan tidak menggunakan dana yang bersumber dari APBD,” jelas Nandar melalui keterangan tertulis kepada BantenHits.com, Selasa, 9 Juni 2020.

BACA :  GoRabit Didorong Sukseskan Visi Wisata Lebak, Wabup Ade: Berikan Rasa Aman dan Nyaman

“Dan pendirian landmark tersebut harus mendapat persetujuan Perhutani karena landmark tersebut dibangun di atas lahan yang dikelola oleh Perhutani serta mendapatkan restu masyarakat sekitar,” sambungnya.

Nandar juga mengungkapkan, peletakan batu pertama pembangunan Landmark Pandeglang tersebut tidak hanya dihadiri Bupati Pandeglang Irna Narulita, BRI, dan Perhutani, melainkan juga dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Pandeglang dan juga sesepuh Pandeglang Abuya KH. Muhtadi.

“Bahkan beliau (Abuya Muhtadi) pula yang langsung memimpin doa untuk kelancaran acara tersebut,” ungkapnya.

Pembangunan Landmark Pandeglang, lanjut Nandar, bertujuan memperkenalkan Pandeglang ke masyarakat luar, karena rencananya Landmark Pandeglang akan terlihat dari jarak yang cukup jauh.

“Pemkab tetap berkomitmen untuk menyelaraskan pariwisata dengan norma Islam yan kental atau kita istilahkan dengan wisata religi,” jelasnya.

BACA :  Psikotes Pemegang Senpi di Polres

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler