Connect with us

Berita Terbaru

Satu Pasien Covid-19 di Lebak Ogah Dirujuk ke RSUD Banten; Keukeuh Ingin Isolasi Mandiri

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Proses evakuasi WNA Thailand yang terjebak pandemi Corona (Covi-19) di Indonesia.(Dok.Lion Air)

Lebak- Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Lebak masih berupaya untuk membujuk pasien L-11. Bagaimana tidak, pasien positif Corona asal Kecamatan Malingping itu menolak untuk dirujuk ke RSUD Banten untuk menjalani perawatan dan isolasi.

Ia beralasan masih bisa melakukan perawatan dan menjalani isolasi mandiri di rumahnya sendiri.

“Ia belum setuju, karena dinilai masih bisa isolasi mandiri. Tapi akan kita upayakan biar yang bersangkutan mau di rujuk ke RSUD Banten,”kata Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Lebak Dr. Firman Rahmatullah kepada awak media, Kamis, 11 Juni 2020.

BACA :  Prabowo: Demi Allah, Saya Hanya Akan Tunduk pada Kehendak Rakyat!

Upaya dilakukan, jelas Firman mengingat seorang pasien positif Corona diharuskan untuk mendapatkan perawatan dan pengawasan dari tim medis. Tujuannya agar sebaran Covid-19 tak semakin meluas.

“ini bukan mau atau tidak, tapi suatu keharusan. Karena kami juga ingin memastikan pasien ini mendapatkan pengobatan secara tuntas, dan juga untuk memastikan bahwa si pasien ini tidak kemana mana, karena jika isolasi mandiri masih bisa jalan-jalan, tapi jika di RSUD dengan pengawasan ketat ga bsa. Itu juga untuk mencegah penyabaran covid-19, “jelasnya.

Meski demikian, Firman mengklaim berhasil membujuk sembilan pasien positif corona lainnya di Kabupaten Lebak untuk menjalani perawatan dan isolasi di RSUD Banten.

BACA :  Relawan Purwakarta Pasang Target 70 Persen untuk Kemenangan Ratu Ati di Pilkada Cilegon

“Kita rujuk 9 pasien ke RSUD Banten, dari pasien L02-L1,”kata Firman.

“Mereka sudah setuju, Banten juga sudah oke. Tinggalckita masukan datanya ke online yang langsung masuk ke Kementrian Kesehatan, “tambahnya.

Dilansir dari website siagacovid19.lebakkab.go.id, jumlah pasien positif sebanyak 11 kasus dengan 10 kasus masih dalam pengawasan, dan 1 kasus dinyatakan sembuh.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler