Connect with us

Berita Terbaru

Buntut 12 Tenaga Medis Terpapar Covid-19; IGD RSUD Cilegon Steril 48 Jam sampai Pembatasan Pelayanan

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Tim Gugus Covid-19 Cilegon saat mengumumkan kasus pertama pasien Corona di Kota Cilegon. (Dok. BantenHits).

Cilegon- Sedikitnya 12 Tenaga Medis di RSUD Kota Cilegon dinyatakan terpapar positif Covid-19. Lim tenaga medis bertugas sebagai perawat dengan domisili Kota Cilegon, 5 orang berdomisili di Kabupaten Serang, 1 di Kota Serang, dan 1 di Kabupaten Pandeglang.

Kekinian Pemerintah Kota Cilegon mengeluarkan kebijakan baru buntut dari ramainya tenaga medis positif Corona. Seperti peembatasan pelayanan bahkan santer kabar soal sterilisasi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cilegon.

Saat dikonfirmasi Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Dana Sujaksani membenarkan kebijakan tersebut.

Dalam edaran yang di keluarkan Mentri Kesehatan Republik Indonesia disebutkan bahwa Instalasi Gawat Darurat RSUD Cilegon akan dilakukan tindakan sterilisasi selama 2×24 jam. Dan akan dibuka kembali pada Senin, 15 Juni 2020.

BACA :  Manajemen Bengkel Pesawat di Bandara Budiarto Curug Usir Wartawan

“Kebijakan Pak Walikota bahwa pelayanan tetap berjalan tapi dibatasi. Ini sama ketika kasus pertama perawat yang asal Puloampel waktu itu yang positif, pelayanan kita batasi. Jadi intinya pelayanan tetap berlangsung dengan batas-batas tertentu,” kata Dana saat dikonfirmasi, Sabtu, 13 Juni 2020.

Selain pembatasan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Dana Mengatakan bahwa pihaknyapun akan langsung melakukan pemeriksaaan terhadap Alat Pelindung Diri (ADP) yang digunakan tenaga medis di RSUD Kota Cilegon.

“APD yang ada di RSUD juga akan kita cek apakah ada yang bocor atau tidak. Karena APD sangat penting,” tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler