Connect with us

Berita Terbaru

Aksi Polisi Spesialis Penangkap Begal di Era 2000-an saat Muncul Isu 35 Karyawan Disandera Gara-gara Corona

Published

on

Kapolsek Sepatan AKP I Gusti Muhammad Sugiyarto (berseragam polisi) saat mengecek Isu penyanderaan 35 karyawan PT Dainka. (Foto: Bidang IKP Diskominfo Kabupaten Tangerang)

Tangerang – Jajaran Polsek Sepatan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Tingkat Kecamatan (Forkopimcam), memastikan tak ada penyanderaan terhadap 35 karyawan di PT Damai Indah Kacatipis (Dainka).

Kapolsek Sepatan AKP I Gusti Mohammad Sugiyarto mengatakan, pemberitaan yang menyebutkan ada 35 karyawan disandera PT Dainka gara-gara Corona atau Covid-19 tidak benar.

Dikutip BantenHits.com dari laman resmi tangerangkab.go.id, jajaran Forkopimcam Sepatan telah melakukan pengecekan langsung ke PT Dainka yang memproduksi kaca di Jalan Raya Karet V, Kawasan Industri Akong, Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, pada Kamis, 11 Juni 2020.

BACA :  Dapat Kurangi Pengangguran, Warga Sambut Baik Pembangunan Pabrik Air Minum Kemasan di Pandeglang

“Sudah kami lakukan pengecakan langsung ke PT Dainka terkait pemberitaan online tersebut, kami tegaskan bahwa berita itu tidak benar,” kata Gusti, Sabtu, 13 Juni 2020.

Pria yang di era 2000-an terkenal sebagai anggota Buser spesialis penangkap begal motor dan rampok ini menjelaskan, berdasarkan fakta di lapangan dengan adanya Pandemi Covid-19 perusahaan mengambil kebijakan merumahkan 147 karyawan dan tetap memberikan dengan gajih 80 persen dari gaji yang diterima.

Untuk menjaga perawatan mesin, gudang dan kebersihan serta administrasi, perusahaan memerlukan 37 karyawan dengan catatan mau membuat pernyataan tidak keluar area pabrik atau berada di lingkungan pabrik dengan fasilitas yang telah disediakan.

Fasilitas yang diberikan yakni, pemberian gaji untuk satu hari selama 8 jam kerja dengan hitungan gaji 12 jam, pemberian tempat tinggal berupa mes layak huni, dan penyediaan makanan selama 1×24 jam.

BACA :  Pelajar SMAN 3 Rangkasbitung Raih Juara di Pentas PAI Banten

Para karyawan yang berada di lingkungan pabrik, lanjutnya, bisa dikunjungi keluarga pada hari Minggu dengan mengutamakan protokol kesehatan Covid-19.

Setiap sore, bahkan karyawan dibebaskan untuk melakukan aktivitas olahraga dan kesenian. Hal ini dilakukan untuk menjaga karyawan tidak tertular virus Covid-19 dari luar area pabrik.

“Karyawan yang berminat untuk bekerja membuat pernyataan, setiap akhir pekan bisa dikunjungi oleh keluarganya dengan satndar protokol kesehatan,” bebernya.

Gusti menambahkan, pihaknya telah meminta keterangan tujuh karyawan secara acak untuk menelusuri soal isu penyanderaan ini.

“Dengan adanya pemberitaan (tidak benar) ini pihak karyawan tidak terima, dikarenakan merasa tidak adanya penyekapan dan hak haknya pun dipenuhi oleh perusahaan,” tegasnya.

BACA :  Aksi Dua Pria Berseragam Bikin Resah Warga Pondok Aren

Senada, Camat Sepatan Kabupaten Tangerang Dadang Sudrajat menjelaskan, jajaran Forkopimcam melakukan pengecekan langsung untuk menjaga kondusivitas wilayah.

“Ini untuk memastikan jika kententraman dan ketertiban wilayah Sepatan itu kondusif. Jangan sampai di saat pendemi Covid-19 ada pemberitaan seperti itu yang akan menganggu keamanan di wilayah Sepatan,” jelasnya.

“Perusahaan tersebut keberadaannya di salah satu desa di Kecamatan Sepatan. Hal itu perlu diluruskan. Terlebih menyangkut informasi ketentraman dan ketertiban. Agar tidak menjadi keresahan bagi warga,” sambungnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler