Connect with us

Berita Terbaru

Bersikeras Menolak sampai Geruduk Kantor Kelurahan, Bapak-bapak di Masjid Priyai ‘Menyerah’ Ikut Rapid Test Dinkes Kota Serang

Published

on

Warga Masjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang saat mengikuti Rapid Test. (Istimewa)

Serang- Kelurahan Masjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang mendadak viral di tengah Pandemi Corona. Ya, bagaimana tidak, di daerah yang dipimpin Lurah Titin Kurnia itu terdapat peristiwa mengejutkan.

Para kaum wanita alias istri di Kelurahan Masjid Priyayi memutuskan untuk angkat kaki alias mengungsi ke luar kampung lantaran santer kabar akan dilaksanakan Rapid Test.

Sontak saja, hal tersebut membuat para kaum adam alias bapak-bapak naik pitam. Mereka ramai-ramai menggeruduk kantor kelurahan dan menolak pelaksanaan rapid test.

Baca Juga: Bapak-bapak di Masjid Priyai Geruduk Kantor Kelurahan; Ngeluh Ditinggalkan Para Istri Gara-gara Rapid Test

BACA :  Pembentukan Tim Pora Kecamatan, Tatu Minta Waspadai Dampak Negatif WNA

Tiga hari berlalu, rupanya membuat warga Kelurahan Priyayi Masjid ‘menyerah’. Mereka tak bisa lagi menolak pelaksanaan rapid test yang digelar Dinas Kesehatan Kota Serang.

Bahkan, pelaksanaan rapid mendapatkan respon positif dari warga.

Lurah Mesjid Priyayi, Titin Kurnia, mengklaim Rapid Test mendapatkan respon positif dari masyarakat sekitar. Walaupun, kata dia, hanyalah 45 Kartu Keluarga (KK) yang mengikuti Rapid Test.

“Karena kita tidak ada paksaan, bagi yang ingin mengikuti Rapid Test di persilahkan,” ungkap Titin saat di temui di Kantor Kelurahan Mesjid Priyayi, Kamis, 18 Juni 2020.

Titin juga menjelaskan, pelaksanaan Rapid Test sendiri dimulai sejak Pukul 09:00 Wib sampai dengan 13:00 Wib.

BACA :  Jaman Ancam Cabut Izin Restoran yang Masih Jadi Tempat Hiburan Malam

“Alhamdulillah hasilnya semua aman dari wabah Covid-19, dan dinyatakan Negatif atau non reaktif,” jelasnya.

Tak lupa diakhir wawancara, Titin mengakui, sebagai pelayan masyarakat sangat mendukung pemerintah dengan adanya Rapid Test.

“Kita jadi bisa mengukur kesehatan, sehingga tidak tercemar oleh penyebaran penyakit Covid-19. Sehat dan tidak ada penularannya. Kalau kembali diadakan, kitapun senantiasa mengikuti aturan Pemerintah,” tungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler