Connect with us

Berita Terbaru

Korban Tsunami Selat Sunda Mulai Berontak Setelah Hampir Dua Tahun di Huntara; Merasa Tak Nyaman sampai Sulitnya Air Bersih

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Huntara Korban Tsunami Selat Sunda di Pandeglang mulai dikeluhkan. Selain membuat ekonomi warga tercekik juga kerap banjir saat hujan turun. (Dok. BantenHits).

Pandeglang- Warga korban tsunami selat sunda di Kecamatan Sumur, Pandeglang masih bertahan di Hunian Sementara (Huntara). Padahal, mereka sudah hampir dua tahun berada di Huntara.

Akibatnya para korban tsunami itu mulai tak nyaman tinggal di Huntara. Mereka kerap mengeluhkan ingin segera pindah ke Hunian Tetap (Huntap).

Keluhan warga disampaikan oleh Camat Sumur, A Haerudin. Ia menjelaskan warga Huntara yang berlokasi di Kampung Pasir Malang, Desa Sumberjaya, banyak yang ingin segera pindah ke Huntap.

Pria yang kerap disapa Heru itu juga menyebut, banyak kendala yang dihadapi masyarakat selama hampir dua tahun tinggal disana.

BACA :  Mau Petik Cabai, Remaja di Lebak Tenggelam Terseret Arus Sungai Ciujung

“Kalau dikatakan betah, namanya juga tinggal Huntara pasti tidak ada kenyamanan, terus kalau kemarau panjang disana suka kesulitan air bersih. Ada lagi kendala tanahnya sedikit labil. Tapi mau gimana lagi,” kata Heru, Jumat, 19 Juni 2020.

Menurut Heru, belum terealisasinya Huntap karena adanya permasalahan di administrasi pengadaan lahan. Sehingga masyarakat harus bersabar lagi untuk bisa bertahan disana.

“Saya berharap ini bisa terealisasi tahun ini tapi kan karena masih ada kendala pengadaan lahan. Kemungkinan besar informasinya akan bergeser waktu,” pungkasnya.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Pandeglang, Surya Darmawan tak menjawab konfirmasi dari Bantenhits.com.

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler