Connect with us

Berita Utama

Kisah Nelayan Labuan Bertahan 48 Jam di Lautan dengan Sepotong Kayu

Published

on

Petugas Basarnas Banten saat melakukan pencarian nelayan di atas Kapal Motor atau KM Puspita Jaya tenggelam, Kamis, 18 Juni 2020.(Istimewa)

Pandeglang – Kapal Motor atau KM Puspita Jaya tenggelam setelah dihantam gelombang di Selat Sunda, Kamis, 18 Juni 2020. 16 nelayan di dalam KM Puspita kemudian dinyatakan hilang.

Esok harinya, Jumat, 19 Juni 2020, enam dari 16 nelayan berhasil ditemukan petugas gabungan Basarnas, TNI dan Polri di atas kapal yang sudah setengahnya tenggelam.

Pencarian petugas kembali membuahkan hasil. Tiga dari 10 nelayan yang masih hilang ditemukan di Tanjung Alang-alang, Sabtu sore, 20 Juni 2020.

Kasatpol Air Polres Pandeglang, AKP Dwi Hari Bagio Winarko mengSamudra yang melintas di Perairan Selat Sunda, persisnya di Tanjung Alang-alang.

BACA :  Pengembang di Tangsel Ditagih Fasos-Fasum

Acuy (36), salah satu korban selamat dari sembilan Anak Buah Kapal (ABK) KM Puspita Jaya merasa bersyukur bisa berkumpul lagi bersama keluarganya di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

Acuy (36), salah satu nelayan yang selamat setelah KM Puspita Jaya tenggelam, Kamis, 18 Juni 2020.(BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Acuy menceritakan, ia bersama Wawan dan Udi terombang-ambing sejak kapal tenggelam di tengah laut antara Pulau Rakata dan Panaitan. Mereka bertahan di atas lautan hanya menggunakan kayu bekas KM Puspita Jaya yang hancur akibat dihantam ombak.

Dalam perjalanan mencari daratan, mereka kembali dihadang gelombang tinggi hingga Acuy berpisah dengan Udi.

Tak lama setelah berpisah, Acuy melihat sebuah perahu nelayan yang sedang memancing di tengah laut, hingga ia bersama Wawan menghampiri kapal itu.

BACA :  JKK Kota Tangerang Siapkan Korwil di Tiap Kelurahan Sosialisasikan Kotok Kosong

“Waktu ketemu sama perahu (nelayan yang sedang) mancing. Pak Udi sudah ada di situ. Beruntung saat itu kondisi saya enggak lemah, sehingga saya masih bisa meminta pertolongan, lalu langsung didekati oleh perahu itu,” kata Acuy, Minggu, 21 Juni 2020.

Narya, pemilik perahu nelayan yang saat itu menolong korban menambahkan, dirinya berhasil menemukan para korban saat perahunya mati mesin.

Ketika perahu sedang terombang-ambing itulah Narya melihat Udi sedang berenang tanpa tujuan. Saat itu kondisi Udi sudah telanjang.

“Yang ditolong ini telanjang, cuma pakai topi doang. Dia (Udi) berenang sekuat-kuatnya enggak punya tujuan, saya bingung awalnya gimana ini, motor saya mati enggak bisa menghampirinya,” ujarnya.

BACA :  Kapal Tangker di Merak Terbakar, Barang Berharga dan Dokumen Penting Jadi Abu

“Setelah bertemu dengan Udi, kemudian kedua temannya bernama Wawan dan Acuy menyusul,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler