Connect with us

Berita Terbaru

Dikenal Sangar Ternyata John Kei Punya Dua Pantangan, Satu Telah Dilanggar?

Published

on

John Kei, terpidana pembununan bos pabrik di Tangerang. (Foto:CNNIndonesia/Detik.com)

Jakarta – John Refra alias John Kei kembali harus berurusan dengan hukum setelah diduga terlibat penyerangan di Cluster Australia, Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang dan penganiayaan di Jalan Kresek Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, Ahad, 21 Juni 2020.

John Kei bersama 30 anak buahnya telah ditahan di Polda Metro Jaya. Pasal berlapis pun sudah menanti, mulai Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 88 KUHP, Pasal 169 KUHP, Pasal 170 KUHP, Pasal 351 KUHP, dan UU Darurat 12/1951.

Jika merujuk pasal yang dikenakan, ancaman hukuman maksimal dari beberapa pasal yang dikenakan kepada John Kei cs adalah hukuman mati.

BACA :  Bhayangkari dan Persit di Serang Kompak Terjun ke Jalan Bagi-bagi Takjil

“Yang jelas kita semua tahu kalau statusnya John Kei di situ kan big bos. Dari situ kita bisa menduga apa perannya. Kalau ancaman hukuman terpenuhi, maksimalnya hukuman mati,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat, Senin, 22 Juni 2020, seperti dilansir Viva.co.id.

Dua Pantangan

Malang melintang di dunia jagoan, ternyata tak semua bisnis dijalani John Kei. Setidaknya ada dua hal yang menjadi pantangan John Kei.

Dikutip BantenHits.com dari TribunNews.com, dua jenis bisnis selama ini selalu dihindari oleh John Kei, yakni sengketa tanah dan narkoba.

Seingat John Kei, dia hanya pernah terlibat dengan bisnis menyangkut tanah satu kali saja. Selain itu, selama menjadi bos preman, John Kei ternyata tidak mau menjalankan bisnis narkoba

BACA :  Pemilik Akun Facebook Beratribut HMI Dilaporkan GP Ansor Tangsel

“Dari dulu saya tidak mau transaksi narkoba,” ujar John Kei.

Konflik Tanah

Meski mengaku menghindari urusan yang berhubungan dengan tanah, namun ternyata motif penyerangan pada Ahad siang di Cipondoh dan Cengkareng diduga berlatar urusan tanah yang tak kunjung selesai antara John Kei dan Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.

Nus Kei adalah pemilik rumah di Cluster Australia, Green Lake City, Kota Tangerang yang menjadi korban penyerangan.

Dikutip BantenHits.com dari Merdeka.com, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, kepada penyidik, Nus Kei ingin menyelesaikan perihal sengketa tanah di antara keduanya secara kekeluargaan.

“Saya sampaikan di sini ini sebenernya masalah pribadi berdua Nus Kei dan John Kei, kita dapat dari barang bukti yang ada di WA. Sempat Nus Kei sampaikan di situ ‘tolong John kita ketemu aja berdua jangan membawa kita punya anggota, ini urusan pribadi kita berdua’. Tetapi tak ditanggapi John Kei, inilah yang terjadi ini,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Selasa, 23 Juni 2020.

BACA :  Jelang Hari Jadi Kabupaten Pandeglang, Satpol PP Terbitkan Puluhan PKL di Pasar Badak

Penelusuran BantenHits.com, John Kei juga pernah terlibat perseteruan soal penguasaan tanah dengan kelompok Hercules di Jalan Kamal, Jakarta Barat, lima tahun lalu. Keributan itu juga memakan korban jiwa.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler