Connect with us

Berita Utama

Kondom, Jarum Suntik dan Bekas Infusan dari TPA Cipeucang Kotori Cisadane; Wali Kota Tangsel Malah Hardik Wartawan

Published

on

Sampah menutupi Sungai Cisadane setelah TPA Cipeucang longsor Jumat, 22 Mei 2020. (FOTO: Republika.co.id)

Tangsel – Pencemaran Sungai Cisadane akibat longsor TPA Cipeucang sudah menjadi sorotan nasional. Beberapa waktu lalu, penulis Dewi ‘Dee’ Lestari bahkan sampai mencuitkan kondisi sungai yang melintasi dua provinsi tersebut.

Kekinian, ternyata sampah yang tumpah dari TPA Cipeucang ke Sungai Cisadane tak hanya sampah domestik rumah tangga.

Dikutip BantenHits.com dari SindoNews.com, relawan lingkungan hidup dari Yayasan Banksasuci Adi Irawan mengungkap, pihaknya menemukan limbah medis setiap harinya dari tumpahan sampah TPA Cipeucang.

Menurut Adi, setiap hari dirinya bersama relawan lingkungan bisa mengumpulkan sebanyak 1 ton sampah dari Sungai Cisadane. Sampah itu lalu diangkat ke atas permukaan.

BACA :  Kuasa Hukum Korban Gusuran Minta Status Quo Fasos Fasum Panunggangan Barat

“Ada jarum suntik, botol infus, dan masker medis. Setiap pengangkatan ada saja, bisa sampai 10-20 botol atau biji. Dugaan kami, itu yang dibuang ke TPA Cipeucang,” ungkap Adi.

Tidak hanya itu, jenis sampah yang dibuang ke sungai juga meliputi kursi sofa, lemari baju, kondom, kantong plastik, bangkai, dan popok bayi. Untuk yang terakhir, diakui Adi, paling sulit dihancurkan karena menyerap air.

Saat wartawan mencoba mengonfirmasi kondisi Sungai Cisadane yang tercemar sampah TPA Cipeucang, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany terlihat kesal.

“Ah udah ah. Kamu mah nanya lagi ini, tanya lagi itu. Ah gak mau. Kamu mah kesempatan. Enggak ah. Soalnya nama saya diklik, kamu dapet rezeki. Ini nyebelin nih,” kata Airin, saat dikonfirmasi soal pencemaran Sungai Cisadane, Selasa sore, 23 Juni 2020.

BACA :  Nekat Curi Handphone di Stasiun Cilegon, Sulaiman Gagal Pulang Kampung

Setelah ketus menjawab pertanyaan wartawan, istri tersangka korupsi di Tangsel Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan ini pun langsung pergi. Dia meninggalkan para wartawan yang menunggu komentarnya terkait kasus pencemaran tersebut.

Sampah busuk yang bertahun-tahun mengendap, dipastikan bercampur air Sungai Cisadane setelah Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Cipeucang longsor, Jumat, 22 Mei 2020.

Peristiwa longsornya TPA Cipeucang, mengungkap fakta soal pembangunan dinding penahan tumpukan sampah alias sheet file senilai Rp 24 miliar.

Sheet file di TPA Cipeucang yang berlokasi di Jalan Kapling Nambo, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel ini diketahui baru selesai dibangun menggunakan anggaran APBD Tangsel tahun 2019.

Dikutip BantenHits.com dari radarnonstop.co (Rakyat Merdeka Group), Wakil Ketua Fraksi Gerindra-PAN DPRD Tangsel, Abdul Rahman mengaku heran, bangunan yang baru dibangun beberapa bulan tersebut kini rusak parah.

BACA :  MTQ XV Banten Tanpa Pawai Taaruf

“Saya mencium aroma busuk dalam proyek pembangunan sheet file ini, baunya melebihi sampah Cipeucang. Bagaimana mungkin bangunan seharga  hampir 24 milliar hancur dalam beberapa bulan saja. Jelas ini ada yang tidak benar dalam pelaksanaannya,” terang Abdul Rahman.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler