Connect with us

Berita Terbaru

Melirik Keindahan Curug Bantahan Lebak; ‘Little Niagara’ yang Viral di Tengah Pandemi Corona

Published

on

Warga saat bermain air dan berswafoto di Curug Bantahan Lebak. (FOTO Instagram @Deso_Project20).

Lebak- Masyarakat Kabupaten Lebak tengah dihebohkan oleh kehadiran destinasi wisata baru. Adalah Curug atau air terjun Bantahan.

Terletak di Desa Cidadap, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, air terjun dengan tinggi 4 meter ini mendadak viral di media sosial.

Keberadaannya yang mencuat ke permukaan di tengah Pandemi Corona membuat banyak warga penasaran dan memutuskan untuk mengunjungi curug yang terletak 18 Kilometer dari Alun-alun Rangkasbitung.

Tercatat, puluhan orang telah mengunjungi curug yang merupakan aliran sungai Cibereum itu. Tak hanya untuk berswafoto, tak sedikit dari mereka memutuskan untuk bermain air.

Keindahan curug yang memiliki lebar 30 meter ini dengan kedalaman air dangkal membuat pengunjung tertantang untuk menceburkan diri. Terlebih rindangnya pohon di sekitar dan aliran air yang cukup deras membuat wisata dadakan ini bak niagara mini atau little niagara.

BACA :  Lebak Siaga Corona, Gabungan Personel Polri - Satpol PP Bubarkan Kerumunan Massa di Rangkasbitung

“Curug ini sudah lama adanya, tapi baru viral minggu minggu sekarang,”kata Kepala Desa Cidadap Lomri kepada awak media, Minggu, 21 Juni 2020.

Lomri mengatakan kebanyakan warga yang mendatangi Curug Bantahan merupakan wisatawan lokal. Mereka mengaku penasaran akan keindahan wisata dadakan yang viral di media sosial saat Pandemi Corona.

Karenanya, Lomri berencana akan menjadikan Curug Bantahan sebagai salah satu destinasi wisata baru di Kabupaten Lebak. Harapannya agar meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Untuk sekarang masih belum bisa kita kelola karena mengingat situasi wabah corona ini. Namun, kedepan akan kami kembangkan sehingga Curug ini dapat menjadi destinasi wisata yang turut meningkatkan perkonomian warga sekitar, “katanya.

BACA :  Khawatir Ekonomi Terpuruk, Pemkab Pandeglang Baru Akan Terapkan New Normal Juli

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler