Connect with us

Berita Terbaru

Singgung soal Jiwa Besar, John Kei Diminta Lakukan Satu Hal Ini oleh Nus Kei

Published

on

Petugas Polda Metro Jaya melakukan rekonstruksi kasus penyerangan yang dilakukan anak buah John Kei di rumah Nus Kei di Cluster Australia, Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu, 24 Juni 2020.(BantenHits.com/ Hendra Wibisana)

Tangerang – Agrapinus Rumatora alias Nus Kei meyakini para pelaku penyerangan hanyalah orang-orang suruhan bukan otak pelaku sesungguhnya.

Hal tersebut disampaikan Nus Kei seusai menyaksikan pra-rekonstruksi kasus penyerangan brutal yang digelar Polda Metro Jaya di rumahnya, Cluster Australia, Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu, 24 Juni 2020.

“Yang datang (menyerang) orang kampung saya sendiri. Keponakan-keponakan saya. Cucu-cucu saya,” katanya.

Seperti diketahui para penyerang melakukan aksi perusakan di rumah Nus Kei. Tak hanya itu, penyerangan juga terjadi di Jalan Kresek Raya, Cengkareng, Jakarta Barat.

BACA :  Dinkes Lebak Klaim Ketersedian Obat Aman

Ada dua korban dalam peristiwa ini yakni Yustus Corwing Rahakbau Kei alias Erwin (46) dan Angke Rumotora alias Frengky (38).

Yustus meninggal tragis setelah dibacoki dan digilas mobil pelaku. Erwin adalah keponakan Nus Kei. Sementara Frengky yang merupakan adik Nus Kei mengalami luka berat. Empat ruas jari tangannya putus.

Nus juga mengungkapkan, akibat aksi penyerangan tersebut, istri dan anak-anaknya hingga saat ini masih trauma.

“Pasti trauma. Mereka perempuan. Kalau saya sudah biasa,” ucapnya.

Nus Kei berharap otak pelaku penyerangan terhadap dirinya mau mengakui perbuatan yang telah dilakukannya.

“Saya pesan supaya dia mengakui saja. Mengakui dia sudah berbuat. Dia (harus) berani bertanggung jawab. Karena saya sudah berjiwa besar, berani memaafkan dia. Saya juga mohon kepada dia berani melakukan seperti apa yang saya lakukan,” tegas Nus.

BACA :  Sulitnya Satpol PP Pandeglang Tindak Waralaba Pelanggar Perda

Dalam tayangan TV One, pengacara John Kei, Anton Sudanto pun menegaskan bahwa kliennya sudah total hijrah dan tak lagi bergelut dengan premanisme.

Sehingga tak mungkin jika John Kei adalah dalang atau otak di balik penyerangan brutal tersebut yang menewaskan satu orang.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler