Connect with us

Berita Utama

Cari Kerja saat Pandemi Corona, ABG Serang Malah Dijual Pria Asal Cipondoh ke Mucikari di Jakarta

Published

on

ABG asal Serang dijual ke mucikari di Jakarta untuk melayani lelaki hidung belang. ABG ini sebelumnya dijanjikan kerja di toko baju. (FOTO ILUSTRASI:suaramerdeka.com)

Serang – Seorang anak baru gede alias ABG asal Serang berusia 17 tahun dipaksa menjadi budak pemuas syahwat sejumlah laki-laki hidung belang di Jakarta Utara.

Peristiwa tragis dialami korban saat korban tengah mencari pekerjaan di tengah pandemi Corona atau Covid-19.

Korban yang dijanjikan AK (30), warga Cipondoh, Kota Tangerang bekerja di toko baju. Tapi ternyata AK malah menjual ke seorang mucikari di Jakarta Utara.

Kapolres Serang AKBP Mariyono didampingi Kasat Reskrim Polres Serang AKP Arief N Yusuf kepada wartawan membenarkan peristiwa tersebut.

Menurutnya, personil Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Serang telah menangkap AK pada 19 Juni 2020 setelah mendapat laporan dari keluarga korban.

BACA :  Peringati HUT Korpri ke-47, Wali Kota Tangerang Sapa Anggota Korpri Naik Panser

“Menindaklanjuti laporan keluarga korban, penyidik Unit PPA Sat Reskrim Polres Serang mendalami laporan tersebut dan mengumpulkan alat bukti. Pelaku ditangkap di wilayah Royal, Cipondoh pukul 09.00 saat pelaku sedang mandi,” kata Mariyono, Jumat 26 Juni 2020.

Disetubuhi Lalu Dijual ke Mucikari

Pelaku dan korban, lanjutnya, sudah saling mengenal melalui media sosial. Saat kejadian, korban mengunggah status bahwa ia sedang mencari pekerjaan di halaman Facebook-nya,

Mengetahui status tersebut, lantas pelaku AK berusaha menghubungi korban melalui pesan Facebook. Dia juga menjanjikan pekerjaan terhadap korban dan akan menjemputnya.

“Tersangka pergi ke Serang dari Cipondoh dengan menggunakan sepeda motor. Korban kemudian dijemput oleh pelaku di rumahnya. Sebelum pergi, pelaku sempat ditanya oleh ibu korban dan pelaku bilang hendak mengajak korban kerja di toko baju,” paparnya.

BACA :  SDN 2 Nembol Ambruk, Irna Kumpulkan Jajaran Cari Solusi

Arief menambahkan, setelah dijemput, korban dibawa dari rumahnya oleh pelaku ke hotel di wilayah Jakarta Utara. Setibanya di hotel tersebut korban disetubuhi oleh pelaku AK sebanyak tiga kali.

“Kemudian tersangka membawa korban ke mucikari di tempat prostitusi dan menawarkan korban kepada laki-laki lain untuk memuaskan nafsu syahwat,” ungkapnya.

Ditarif Rp 200 – 500 Ribu

Melalui mucikari itulah, pelaku menjadikan korban sebagai PSK dengan ketentuan perpaket seperti paket 30 menit dibayar Rp 200 ribu, 1 jam dibayar Rp 300 ribu, paket 2 jam dibayar Rp 400 ribu dan paket 3 jam dibayar Rp 500 ribu.

“Korban dipekerjakan sebagai PSK mulai dari jam 22.00 sampai dengan jam 03.00. Uang hasil korban menjadi PSK setiap pagi harinya diambil oleh tersangka dan korban diberi seadanya dari mulai Rp50 ribu sampai Rp 200 ribu,” ungkapnya.

BACA :  Sadis, Kakak Beradik di Tangerang Berusaha Bunuh Wanita Hamil

Mariyono menjelaskan korban dibawa oleh tersangka tersebut selama sepekan, terhitung dari tanggal 2 – 9 Juni 2020. Selama itu pula korban dipekerjakan sebagai PSK.

“Pada tanggal 9 Juni, korban diajak pelaku ke rumah orangtuanya di Cipondoh. Ketika di rumah pelaku, adik kandung pelaku mengetahui jika korban sedang dicari oleh keluarganya. Kemudian saudara kandung pelaku ini memberitahukan keberadaan korban ke keluarga korban,” jelasnya.

Mariyono menegaskan atas perbuatannya itu, pelaku AK akan dijerat dengan Pasal 332 ayat (1) Ke-1e dan Ke-2e KUHP tentang melarikan perempuan yang belum dewasa, dengan ancaman kurungan selama 9 tahun penjara.

“Modusnya, Ingin mendapatkan keuntungan dari hasil menjajakan korban kepada hidung belang,” tegasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler