Connect with us

Berita Terbaru

Heboh! Nelayan Pandeglang Disambangi Hiu Paus saat Melaut di Perairan Ujung Kulon

Published

on

Hiu Paus menyambangi nelayan Pandeglang saat melaut di Perairan Ujung Kulon. (FOTO Tangkap Layar Video)

Pandeglang – Seekor Hiu Paus (Rhincodon Typus) menghampiri bagan (Alat Tangkap Ikan) dan perahu nelayan yang sedang melaut di perairan Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang, Jumat, 26 Juni 2020 sekitar pukul 03.00 dini hari.

Aktivitas mamalia laut yang dilindungi berdasarkan keputusan Mentri Kelautan dan Perikanan nomor 18 Tahun 2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus direkam oleh vidio handphone.

Dalam rekaman yang diunggah melalui akun facebook Penjol Pjanic, nelayan di Kecamatan Sumur meyakini hiu tersebut membawa berkah bagi nelayan. Mereka menyebutnya hiu tersbeut ‘Bapak Kolot’ atau Kakek.

BACA :  Tak Kunjung Diperbaiki, Pemkab Lebak Perbaiki Ruas Jalan Nasional Soekarno - Hatta

“Hallo bapak, ini namanya di Sumur ini bapak Kolot. Bapak tong ngaganggu paknya, datangken bae lauk alitna paknya (Kakek jangan mengganggu yah, datangin aja ikan kecilnya),”kata nelayan dalam vidio tersebut.

Dilansir dari Wikipedia, Hiu ini mengembara di samudera tropis dan lautan yang beriklim hangat, dan dapat hidup hingga berusia 70 tahun. Spesies ini dipercaya berasal dari sekitar 60 juta tahun yang lalu.

Hiu ini merupakan hewan terbesar yang masih hidup di dunia, di luar paus. Ukuran rata-rata hewan dewasa diperkirakan sekitar 9,7 meter.

Populasi Hiu terancam oleh aktivitas penangkapan (Dengan menggunakan harpun), atau secara tak sengaja terbawa dalam jaring ikan. Di Indonesia, hampir setiap tahun diberitakan adanya hiu tutul yang terdampar di pantai atau terjerat jaring nelayan.

BACA :  32 OPD di Pemprov Banten 'Tak' Fatsun Peraturan KI Nomor 1 Tahun 2010

Ketua Pokdarwis Kecamatan Sumur, Hudan Zulkarnaen mengatakan, hiu tersebut dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan jika tetap dilestarikan.

“Hiu itu bisa menjadi daya tarik untuk wisatawan, karena memang Hiu nya jinak. Makannya perlu dilesatrikan dan dijaga jangan sampai punah,” ujarnya.

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler