Connect with us

Berita Terbaru

Lagi Heboh John Kei, Preman Kampung di Pasar Kemis Petantang-petenteng Masuk Pabrik Bawa Samurai

Published

on

Kapolsek Pasar Kemis AKP Fikri Ardiansyah saat menunjukan barang bukti samurai yang digunakan AD, seorang preman kampung ketika mendatangi pabrik tekstil. (Istimewa)

Tangerang-Aksi penyerangan brutal yang dilakukan anak buah John Kei pada Ahad, 21 Juni 2020, benar-benar menyedot perhatian publik.

Ketika publik tengah dibuat geleng-geleng dengan aksi kelompok John Kei, AD (39), preman kampung warga Desa Kedung Dalem, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang dibekuk tim reskrim Polsek Pasar Kemis, Jumat, 26 Juni 2020.

Bukan tanpa alasan, preman kampung itu dilaporkan kerap kali membuat resah karyawan pabrik tekstil di Kampung Picung, Desa Pasar Kemis, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Kekinian, AD petantang-petenteng mendatangi pabrik milik PT Harvestindo Internasional tersebut. Membawa senjata tajam jenis samurai, AD bermaksud untuk menemui salah satu rekannya.

BACA :  Puluhan Pelajar SD di Sajira Lebak Berangkat Sekolah Pakai Rakit, Pemkab:  Hanya Sementara

Kapolsek Pasar Kemis, AKP Fikri Ardiansyah mengatakan kedatangan AD yang membawa samurai membuat para pekerja resah. Alhasil petugas kemanan pabrik melaporkan ke Polsek Pasar Kemis.

“AD kita amankan setelah ada laporan dari karyawan,”kata Fikri saat konferensi pers di Mapolsek Pasar Kemis, Jumat, 26 Juni 2020.

Alasan AD menemui temannya, kata Fikri tidak lain untuk mengajak temannya melakukan pengeroyokan ke salah satu petugas parkir di pertigaan Kecamatan Rajeg. Karena, tersangka sempat bertikai dengan petugas parkir tersebut.

“Dengan diamankan tersangka ini, kami berhasil mencegah pengeroyokan yang akan dilakukan tersangka tersebut,” ungkapnya.

“Memang AD ini dlaporkan warga sering mabuk-mabukan juga,”tambahnya.

Akibat perbuatannya AD dijerat pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951. Ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun.

BACA :  WH Bersih-bersih di Aset Pemkab Tangerang

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler