Connect with us

Berita Utama

Pakai Tenaga Matahari dan Bisa Deteksi Keberadaan Ikan, Alat Canggih Ini Bakal Didapat Cuma-cuma oleh Nelayan

Published

on

‘Smart Fishing’ alat canggih karya kolaboratif Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan PT Unggul Cipta Teknologi (UCT) serta Unpad. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Kabar baik untuk nelayan di seluruh Indonesia! Sebuah pabrik di Kawasan Industri Modern, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, berhasil membuat alat super canggih untuk membantu nelayan.

Alat ini dinamai ‘smart fishing’ karena dilengkapi berbagai fitur unggul. Di antaranya bisa berkomunikasi dua arah sejauh 75km, GPS, kelistrikannya menggunakan tenaga matahari, tombol keselamatan, hingga mengetahui keberadaan ikan.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, smart fishing merupakan karya kolaboratif Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan PT Unggul Cipta Teknologi (UCT).

BACA :  Kembali Menjabat Wali Kota Tangerang, Ruang Publik dan Pelayanan Jadi Perhatian Arief

“Saya pikir nelayan tidak harus beli, nanti kita pikirkan bagaimana cara nelayan mendapatkannya. Kita akan beli, kita akan bagikan ke nelayan. Basis teknologinya dalam negeri, teknologinya bekerjasama dengan KKP dan sudah di uji coba,” kata Edhy ditemui di lokasi PT Unggul Cipta Teknologi, di Kabupaten Serang, Kamis, 26 Juni 2020.

Tak hanya dengan perusahaan, perguruan tinggi seperti Unpad pun diajak mengembangkan teknologi “penemu” ikan di tengah laut tersebut.

Jika nanti sudah siap pakai, diharapkan smart fishing dapat menekan biaya produksi nelayan dengan mempercepat penemuan lokasi berkumpulnya ikan, kemudian menangkapnya dalam jumlah besar.

Nelayan juga tidak perlu khawatir jika terjadi mati mesin di tengah laut, karena bisa menekan tombol darurat dan bisa terbaca oleh kapal lainnya. Sehingga bisa cepat diberi pertolongan.

BACA :  Rumah di Tengah Kawasan Pondok Pesantren Al-Hidayah Lebak Terbakar, Bayi Mungil Dilaporkan Meninggal Terbakar

“Sudah diuji di beberapa tempat, bekerjasama dengan perguruan tinggi, salah satunya Unpad. Bisa disampaikan ke nelayan, bahwa ada jaminan keamanan yang pasti, bagaimana mencari ikan, bagaimana keamanan di laut. Dengan teknologi ini agar nelayan tidak kehilangan arah saat di laut atau terombang ambing saat mati mesin,” terangnya.

Manajer Research and Development (RnD) PT UCT, Rudi Sahal menambahkan, saat ini, perusahaannya baru bisa memproduksi sebanyak seribu unit dalam satu bulan. Jika pangsa pasar sudah mampu menerimanya, maka jumlah produksi smart fishing bisa ditingkatkan.

“Sementara satu bulan kita bisa produksi seribu. Kita salurkan ke pemerintah, kita kerjasama dengan pemerintah sehingga kita bisa bantu nelayan,” ungkapnya.

BACA :  Malam Tahun Baru, Sepuluh Ribu Orang Diprediksi Padati Pantai Bagedur Lebak

Rudi mengklaim alat ini memiliki akurasi membaca keberadaan ikan mencapai 100 persen. Kemudian, alat komunikasinya tidak menggunakan satelit yang berbiaya mahal, melainkan dengan frekuensi radio.

“Keunggulan dia (smart fishing) tidak berbasis satelit, berbasis radio atau frekuensi. Bisa tahu kondisi cuaca, komunikasi dengan anak istri, keberadaan ikan dimana. Akurasinya selalu tepat, setiap nelayan kesana, selalu ada ikan. Ketika nelayan itu menuju titik tersebut, kita juga tahu nelayan menuju koordinat itu,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler