Connect with us

Berita Utama

Rumah-rumah Mulai Rusak Akibat Pergerakan Tanah, 42 Keluarga di Jampang Kuning Lebak Minta Pindah

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Salah satu rumah warga di Kampung Jampang Cikuning yang mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah. (Dok. BantenHits).

Lebak- Sebanyak 42 kepala keluarga (KK) di Kampung Jampang Kuning, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak mulai resah dengan kondisi tempat tinggal mereka.

Bagaimana tidak, kondisi tanah yang terus bergerak membuat tempat bernaung mereka rusak-rusak. Seperti pintu rumah tak bisa ditutup sampai terdapat beberapa rumah yang doyong.

Alhasil, mereka mengadukan persoalan tersebut ke pemerintah daerah dan ingin segera direlokasi.

“Awalnya mereka menolak pindah, karena kami paham memang mencari lahan tidak mudah. Nah, sekarang puluhan keluarga ini mau pindah karena ketakutan karena rumah mereka mulai terkena dampaknya seperti pintu rumah tidak bisa dibuka dan rumah sudah doyong,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Kaprawi, Kamis, 25 Juni 2020.

BACA :  Tiga Aplikasi Online Siap Layani Masyarakat Tangsel

Ke 42 keluarga tersebut merupakan bagian 115 keluarga yang bermukim di Jampang Kuning yang terdampak pergerakan tanah.

“Yang 73 keluarga sudah relokasi mandiri sisanya masih bertahan dan sekarang mau relokasi mandiri, artinya minta dibantu dana stimulan untuk pembangunan rumah yang dulu kami pernah tawarkan,” ujar Kaprawi.

Besaran dana stimulan untuk rumah permanen Rp25 juta, semi permanan Rp15 juta dan rumah panggung Rp10 juta.

Berdasarkan kajian Badan Geologi, sambung Kaprawi, tanah di wilayah tersebut memang tidak layak menjadi tempat tinggal karena zona merah rawan pergerakan tanah dan bencana lain.

“Jadi memang 115 keluarga itu harus relokasi karena tanahnya tidak memungkinkan berdasarkan rekomendasi Badan Geologi,” jelasnya

BACA :  Pemkab Pandeglang Tindak Pegawai yang Berafiliasi dengan HTI

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler