Connect with us

BERITA KANDIDAT

‘Bajak’ Kader Potensial Golkar di Kabupaten Serang, Giliran Kader Gerindra ‘Dibajak’ Demokrat di Cilegon

Published

on

Pasangan Iye-Awab saat bertemu dengan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Banten Iti Octavia Jayabaya. Pasangan ini resmi diusung Demokrat pada Pilkada Kota Cilegon 2020.(Istimewa)

Cilegon – Keputusan mengejutkan dikeluarkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Banten dengan menerbitkan rekomendasi dukungan kepada pasangan Iye Iman Rohiman – Awab pada Pilkada Kota Cilegon 2020.

Seperti diketahui Awab merupakan kader Partai Gerindra, bahkan menjabat Ketua DPC Partai Gerindra Kota Cilegon. Sementara, partai besutan Prabowo Subianto ini sudah resmi mengusung kadernya, Sokhidin untuk menjadi wakil Ratu Ati Marliati.

Keputusan DPD Demokrat Banten mengusung pasangan Iye Iman Rohiman – Awab pada Pilkada Kota Cilegon 2020 disampaikan Sekjen DPD Partai Demokrat Banten, Eko Susilo, Minggu, 28 Juni 2020.

Menurut Eko, keputusan diambil usai pasangan pengusaha dan mantan Kasat Intel Polres Cilegon itu menemui ketua DPD Demokrat Provinsi Banten Iti Jayabaya di Kabupaten Lebak, Jumat malam, 26 Juni 2020.

“Kemarin kita hadirkan Pak Iye dan Pak Awab di Rangkasbitung di rumah ibu Ketua DPD (Iti Jayabaya). Artinya beliau sudah merestui Pak Iye dan Pak Awab,” ungkap Eko saat dikonfirmasi awak media.

Eko mengungkapkan, proses dikeluarkannya keputusan untuk mendorong kedua bacalon maju di Pilkada Cilegon, telah melalui proses komunikasi politik yang panjang antar bacalon dan juga ketiga parpol yaitu Demokrat, PAN dan PPP. Di mana diketahui bahwa ketiga parpol di tingkatan DPC juga sepakat menandatangani kesepakatan bersama untuk memajukan Iye-Awab.

BACA :  Arief-Sachrudin Gelar Silaturahmi Akbar: Merajut Silaturahmi Melanjutkan Kemajuan Kota Tangerang

“Para Ketua DPC di Cilegon sudah menandatangi kesepakatan untuk mendukung Iye-Awab. Ada pak Rahmatulloh (Demokrat), pak Alawi (PAN) dan pak Syihabydin Sibli (PPP). Itu sudah,” ungkapnya.

Eko menambahkan partai melihat sosok pasangan tersebut merupakan satu pasangan yang memiliki potensi besar bertarung melawan petahana.

“Kita akan merekom mereka ke DPP dengan pertimbangan. Menurut kita pasangan yang berpotensi untuk kompetitif melawan petahana adalah Iye-Awab. Senin, 29 Juni 2020 kita rekom ke DPP. Biasanya rekom tidak akan jauh dari situ,” imbuhnya.

Surat rekomendasi untuk Nasrul Ulum dan Eki Baihaki diterbitkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra dan ditandatangani Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto dan Sekjen Ahmad Muzani. Nasrul Ulum saat ini merupakan anggota DPRD Kabupaten Serang dari Kader Golkar. (Istimewa)

Kader Potensial

Dicalonkannya kader Partai Gerindra oleh Demokrat mengingatkan pada keputusan DPP Partai Gerindra yang mengusung pasangan Nasrul Ulum – Eki Baihaki sebagai calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Kabupaten Serang 2020.

Surat rekomendasi untuk Nasrul Ulum dan Eki Baihaki diterbitkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra dan ditandatangani Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto dan Sekjen Ahmad Muzani.

BACA :  Nonton Wayang Bareng Warga di Ciledug, Arief Wismansyah: Lestarikan Budaya

Dalam surat bernomor 06-771/Rekom/DPP-Gerindra/2020 tertanggal 16 Juni 2020 disebutkan, keputusan mengusung pasangan itu berdasarkan hasil badan seleksi calon kepala daerah.

Menariknya, Nasrul Ulum saat ini merupakan anggota DPRD Kabupaten Serang dari Partai Golkar. Praktis, dalam Pilkada Kabupaten Serang 2020, dia akan berhadapan dengan bupati Serang petahana Ratu Tatu Chasanah yang juga Ketua DPD Partai Golkar Banten.

Ketua DPD Gerindra Banten, Desmond J Mahesa memastikan, status Nasrul Ulum terhitung sejak bacalon mendaftar di penjaringan Gerindra hingga diterbitkan SK penetapan sudah bukan lagi kader Partai Golkar.

“Untuk Nasrul Ulum itu terhitung sejak dia mendaftar dan kita bilang bahwa harus melepaskan identitas partai lamanya. Dan beliau sudah bukan kader Partai Golkar lagi karena sudah ada SK dari Gerindra dan kami juga sudah memberikan secara simbolik Kartu Anggota lah begitu ke Nasrul Ulum,” jelas Desmond kepada wartawan, Rabu, 17 Juni 2020.

Sementara itu, disinggung terkait rekomendasi DPP Partai Gerindra terhadap pasangan Nasrul Ulum-Eki Baihaki, Ratu Tatu Chasanah mengaku tidak mempersoalkan.

“Itu hak Partai Gerindra. Semua partai punya hak politik menentukan arahnya,” kata Tatu kepada wartawan saat menghadiri penyerahan rekomendasi dukungan dari PBB, Kamis, 18 Juni 2020.

Soal sanksi terhadap Nasrul Ulum, yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Serang dari Partai Golkar, Tatu menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme Partai Golkar. Semua akan dilaporkan ke DPP Partai Golkar.

BACA :  Panas Pilkada Pandeglang 2020! Trah Jayabaya Goyang Keluarga Dimyati

“Bagi kader yang tidak fatsun, keluar dari mekanisme partai sudah sangat jelas aturannya. Itu ada di Pak Fahmi Hakim teknisnya (Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Serang. Bukan saya yang menjawab, nanti off side,” tandasnya.

Berdasarkan penelusuran BantenHits.com, dari hasil rekapitulasi hasil Pemilu 2019 KPU Kabupaten Serang yang digelar, Sabtu, 10 Agustus 2019, perolehan kursi terbanyak diraih oleh Partai Golkar yang memperoleh 9 kursi, Partai Gerindra 8 kursi, dan PKS 5 kursi.

Kemudian di bawahnya secara berturut-turut ada Partai Demokrat 5 kursi, PAN 4 kursi, PDIP 4 kursi, PKB 4 kursi, Partai Berkarya 4 kursi,  PPP 2 kursi, Partai Nasdem 2 kursi, PBB 2 kursi, dan Partai Hanura 1 kursi.

Partai Golkar yang menjadi juara Pemilu 2019 berhasil mendudukan para kadernya, yakni Bahrul Ulum, Neli Haryati, Maryanih, Munati, Ahmad Zaeni, Samudin, TB Baenurzaman, Nasrul Ulum, dan Mawardi.

Dari hasil rekapitulasi tersebut diketahui perolehan suara Nasrul Ulum ternyata tertinggi di antara caleg Partai Golkar lainnya. Nasrul berhasil meraup 8.929 suara, disusul Ahmad Zaeni 7.019 suara, dan Maryanih 6.717 suara.

Selanjutnya secara berturut-turut berdasarkan perolehan suara terbanyak; Bahrul Ulum 6.591 suara; Mawardi 6.447 suara; Neli Haryati 6.248 suara, TB. Baenurzaman 5.008 suara; Munati 4.969 suara, dan Samudin 4.054 suara.

Dengan perolehan 8.929 suara pada Pemilu 2019, Nasrul Ulum tak hanya menjadi caleg peraih suara tertinggi di Partai Golkar, melainkan tertinggi di antara seluruh caleg yang bertarung pada Pemilu 2019 di Kabupaten Serang.

Di bawahnya secara berturut-turut ada caleg Partai Berkarya Badri Suriadi yang meraih 8.220 suara, dan caleg PKS Mansur Barmawi yang meraup 7.747 suara.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler