Connect with us

Berita Utama

PSBB di Tangerang Masuk Tahap VI, Potong Hewan Kurban Disesuaikan Tradisi untuk Meredam Gejolak Sosial

Published

on

PSBB di Tangerang masuki tahap VI. Bupati Tangerang memasangkan pelindung wajah ke pedagang di Pasar Curug. (Foto: Dinas Kominfo Kabupaten Tangerang)

Serang – Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di Tangerang yang meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali diperpanjang.

Keputusan PSBB tahap VI disampaikan Gubernur Banten Wahidin Halim alias WH dalam telekonferensi Rapat Evaluasi Pelaksanaan PSBB Tahap VI Wilayah Tangerang, Minggu, 28 Juni 2020.

Rapat evaluasi diikuti Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Sekda Pemprov Banten Al Muktabar, Forkopimda Banten, Kadinkes yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Banten, Forkopimda se-Tangerang Raya, para kepala OPD Pemprov Banten dan kabupaten/ kota Tangerang Raya serta wakil dari MUI dan Kanwil Kemenag Banten.

PSBB di wilayah Tangerang pertama kali diberlakukan 16 – 3 Mei 2020, kemudian diperpanjang jadi PSBB tahap 2 hingga 17 Mei 2020, lalu diperpanjang lagi jadi PSBB tahap 3 hingga 31 Mei 2020.

BACA :  Peringatan HAN di Pandeglang Lupakan Anak Berkebutuhan Khusus

Pada Minggu sore, 31 Mei 2020, gubernur Banten kembali memperpanjang lagi PSBB hingga 14 Juni 2020, hingga akhirnya sampai PSBB tahap lima yang diberlakukan sampai 28 Juni 2020.

Pemberlakuan PSBB Tahap VI ini, diberikan berbagai catatan dan kelonggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan sosial masyarakatnya.

“PSBB diperpanjang dengan memuat berbagai instrumen yang disesuaikan dengan hal-hal yang masih dijadikan keluhan secara sosial kemasyarakatan,” kata WH dalam keterangan tertulis Dinas Kominfo Banten.

Dijelaskan, untuk keluhan sosial kemasyarakatan, dilakukan konsolidasi dan koordinasi untuk lebih terperinci dikoordinir oleh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Termasuk di antaranya soal persiapan menghadapi sholat Idul Adha serta potong hewan qurban. Hal-hal seperti ini akan secara rinci dimasukkan dalam Pergub yang akan ditetapkan segera.

BACA :  Bupati Lebak Raih Penghargaan Karya Bhakti Peduli Satpol PP dari Mendagri

Sementara itu untuk pemotongan hewan kurban sesuaikan dengan semangat berkurban masyarakat. Pemotongan dilakukan di masjid. Pemotong atau jagal harus mengikuti protokol kesehatan.

“Jangan mencabut tradisi yang selama ini sudah berlaku di masyarakat. Kalau di rumah pemotongan hewan dikhawatirkan akan ada gejolak sosial,” jelasnya

“(Pemotongan hewan) dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Penangangan Covid-19 di Banten sudah baik. Terlihat dari grafik di Indonesia, Banten terus menurun dibanding dengan provinsi lain yang ada,” pungkasnya.

Penularan Menurun

Pemberlakuan PSBB Tahap VI di Tangerang, diringi kabar yang menggembirakan. Berdasarkan hasil rapid test secara masal maupun dalam jumlah tertentu, persentase yang reaktif sangat kecil.

“Jadi memang, upaya pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan dan juga di dalamnya upaya pemerintah baik kota/ kabupaten yang ada di Provinsi Banten telah berusaha keras dalam menyediakan fasilitas untuk penanggulangan pandemi ini. Sehingga bisa memberikan dampak yang positif di masyarakat,” papar WH.

BACA :  Bayi Fany Jalani Otopsi

“Bahwa yang sakit dibanding yang sembuh, relatif di atas 40 persen,” tambahnya.

Dari perkembangan tersebut, WH mengajak segenap pihak untuk mengamati dan mencermati dinamika perkembangan ke depan yang harus diantisipasi.

“Bahwa sudah terjadi kelonggaran – kelonggaran di berbagai tempat. Tapi bukan berarti jadi banyak pelanggaran. Dan yang terpenting adalah saling mengingatkan dan menjaga,” ucapnya.

WH juga mengungkapkan hasil pengamatan Dinas Kesehatan Pemprov Banten, bahwa tingkat penularan semakin rendah. Satu orang maksimal menularkan dua orang.

Ditambahkan, arahan Gugus Tugas Covid-19, kantor pemerintahan tidak boleh buka kantor untuk mencegah transmisi di lingkungan kerja. Mencegah timbulnya kecendurungan area-area penularan baru.

WH juga memberikan opsi kepada bupati/wali kota se-Tangerang, jika PSBB akan dilanjutkan yang tentunya sambil kita melakukan perbaikan ulang dan melengkapi fasilitas yang memang dibutuhkan oleh masyarakat.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler