Connect with us

Berita Terbaru

Butuh Orang ‘Sakti’, Rumah Legenda Ini 13 Tahun Berdiri di Tengah Jalan Tak Ada yang Sanggup Mengeksekusi

Published

on

Rumah legenda di Jalan Maulana Hasanudin yang menjadi akses penghubung Batu Ceper dengan Cipondoh, Kota Tangerang, sudah 13 tahun berdiri tak bisa dieksekusi. (FOTO: wartakotalive.com)

Tangerang – Jika Anda sedang melintas di Jalan Maulana Hasanudin yang menjadi akses penghubung Batu Ceper dengan Cipondoh, Kota Tangerang, Anda pasti akan melihat rumah yang posisinya ekstrem banget.

Rumah ekstrem itu dijuluki rumah legenda karena sudah 13 tahun berdiri di tengah jalan dan tak ada yang sanggup mengeksekusi.

Padahal, keberadaan rumah yang ada persis di tengah jalan selain engancam keselamatan juga kerap memicu kemacetan.

Dikutip BantenHits.com dari wartakotalive.com, Anwar Hidayat (52) pemilik rumah itu menjelaskan kenapa rumahnya tak kunjung dieksekusi.

BACA :  Satresnarkoba Polres Tangsel Sita Sabu Senilai Rp 3,8 M dalam Kemasan Teh Cina

“Awalnya Pemkot Tangerang melakukan pelebaran pada tahun 2007,” kata Anwar saat dijumpai di kediamannya, Kamis, 2 Juli 2020.

Saat itu, rumah milik Anwar tak bisa dieksekusi seperti rumah lainnya karena keluarganya ditipu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Menurut Anwar, peristiwa bermula ketika 2001 kala orangtuanya sedang memproses keperluan untuk naik haji. Saat itu orangtua Anwar terkendala soal administrasi sehingga menyerahkan sertifikat kepada seseorang yang sanggup mengurusi kendala tersebut.

Namun, setelah urusan administrasi haji selesai, sertifikat tak kunjung diberikan. Ketika ditanya orang tersebut selalu bilang sertifikat masih diproses.

Setahun kemudian, tiba-tiba rumah tersebut didatangi petugas salah satu bank. Mereka menyatakan rumah telah dijaminkan untuk pinjaman.

BACA :  Tidak Disiplin, PNS di Kab. Tangerang Dinonjob-kan

“Waktu itu kami kaget. Kami sampaikan kami tak pernah menjual rumah itu,” jelasnya.

Pihak keluarga, lanjutnya, kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polsek Batu Ceper. Karena kasusnya berhubungan dengan harta dan benda, kemudian dilimpahkan ke Polres Metro Tangerang.

“Para pihak sudah dipanggil. Kasus itu sudah P-19 (berkasnya dikembalikan ke polisi) karena dinyatakan kejaksaan kurang bukti,” ungkapnya.

Sejak kasus tersebut dilaporkan hingga belasan tahun berjalan, pihak keluarga tak kunjung mendapatkan titik terang penyelesaian.

Karena peristiwa itu, Pemkot Tangerang yang berniat melakukan pembayaran pembebasan lahan untuk pelebaran jalan, tak bisa membayarnya karena sertifikat rumah tersebut tak ada.

“Sudah sekitar 13 tahun rumah ini berada di tengah jalan, jadi legenda. Saya sudah komunikasi dengan pihak Dinas PUPR,” jelasnya.

BACA :  Direktur PT Mitra Propindo Lestari Didakwa Rampas Aset Pemkab Tangerang di Pakuhaji

“Semoga saja rencana untuk pembayarannya bisa menghasilkan win win solution,” sambungnya.

Rencana rumah legenda akan dieksekusi diamini Sektretaris Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzeni.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak pemilik rumah,” ujar Taufik.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler