Connect with us

Berita Utama

Empat Hari Nginap di Hotel The Royale Krakatau Cilegon, WNA Pakistan Kapten Kapal Tangker Pengangkut Gasoil Milik Pertamina Positif Covid-19

Published

on

WNA asal Pakistan, seorang kapten kapal tangker pengangkut gasoil milik Pertamina Positif Covid-19. FOTO ILUSTRASI: Tangker Noah 99 Pengangkut BBM Ilegal saat Diamankan Bakmala.(BantenHits.com/Iyus Lesmana).

Cilegon – Seorang Warga Negara Asing atau WNA Pakistan bernama Saleem dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Salem merupakan kapten sebuah kapal tangker pengangkut Gasoil milik PT pertamina.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota
Cilegon Dana Sujaksani mengungkapkan, Salem diketahui sudah berada di Kota Cilegon sejak empat hari lalu. Dia tiba di Kota Cilegon tepatnyaJumat, 26 Juni 2020.

Saleem langsung mendapatkan pemeriksaan kesehatan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Banten Saleem. Saat itu dia dinyatakan bersih dari Covid-19.

Mendapatkan informasi itu Saleem pun turun dari kapal dengan didampingi agennya yang berasal dari PT Pertamina untuk pulang ke negara asalnya dengan menggunakan pesawat di Bandara Soekarno Hatta Tangerang.

BACA :  Tingkat Hunian Homestay di Pandeglang Lesu Saat Puncak Libur Lebaran  

Untuk mendapatkan izin menggunakan transpotasi pesawat terbang Saleem melakukan tes PCR di Laboraturium Kimia Farma. Selama menunggu hasil tes dari 27 Juni hingga 30 Juni, ia tinggal di Hotel The Royale Krakatau Cilegon.

Diduga tak sabar menunggu hasil tes, tanggal 30 Juni, sebelum mendapatkan hasil tes PCR, Saleem bersama agennya nekat pergi ke Bandara Soekarno Hatta.

“Sesampainya di bandara, jadwal penerbangan kapal dicancel, pada kesempatan yang sama juga pasien mendapatkan informasi hasil tes PCR dinyatakan positif Covid-19. Tahu hasilnya positif pasien dan agennya justru kembali ke Hotel The Royale Krakatau untuk kembali menginap,” kata Dana kepada wartawan, Kamis, 2 Juli 2020.

BACA :  Imala Minta Dirut RSUD Adjidarmo Pecat TKS Titipan

“Kita tahunya 1 Juli kemarin, terus langsung kita bawa ke Wisma Atlet (Rumah Sakit Darurat Covid-19),” sambungnya.

Dana memaparkan pihaknya langsung melakukan penelusuran terkait informasi selama pasien tinggal di Kota Cilegon.

Penelusuran meliputi saat WNA tersebut tetap berada di kamar hotel kemudian yang mengurus segala keperluan Saleem serta komunikasi dengan pegawai hotel adalah agen WNA tersebut.

“Di kamarnya aja, gak ada pegawai hotel juga yang komunikasi dengan WNA itu,” bebernya.

Terpisah Kepala KKP Kelas II Banten Dr Sedya Dwisangka menjelaskan, berdasarkan catatan KKP, WNA asal Pakistan itu datang menggunakan Kapal Scirocco yang membawa gasoil milik Pertamina dari Saudi Arabia.

Kapal itu masuk ke perairan Kecamatan Pulomerak pada tanggal 21 Juni. Namun sangat disayangkan pihaknya sama sekali tidak mendapatkan informasi jika terdapat ada crew kapal yang akan turun pada saat kapal Sandar di dermaga milik PT Pertamina.

BACA :  Ayah Balita Penderita Kanker Mata di Kampung Ciburuy Terharu Dapat Bantuan dari Wartawan

“Kami cukup dikagetkan dengan berita bahwa ada crew yang turun di tanggal 27 (Juni) atas nama Mr S (positif) dan Mr N,” jelasnya.

Sedya menegaskan seharusnya, bagi crew kapal yang akan turun diwajibkan untuk melapor terlebih dahulu ke KKP melalui agen kapal hal tersebut untuk memastikan kondisi kesehatan crew kapal Jika hasil tes kesehatannya negatif, crew tersebut baru akan mendapatkan izin untuk turun dari kapal.

“Agen ini tidak melapor, kalau general agentnya sudah mengintruksikan untuk melapor, tapi lokal agentnya ini yang gak lapor ke kita, jadi ada komunikasi yang putus,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler