Connect with us

Berita Utama

45.755 Ha Lahan Pertanian di Pandeglang Terancam Hilang jika Perda LP2B Tak Kunjung Rampung Dievaluasi Gubernur

Published

on

Wakil Ketua Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Pandeglang, Yangto sebut jika Perda LP2B tak kunjung rampung dievaluasi Gubernur Banten, 45.755 Ha lahan pertanian di Pandeglang terancam hilang. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Peraturan Daerah Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan atau Perda LP2B sampai saat ini belum ada kejelasan kapan rampung. Padahal, Perda itu sangat dibutuhkan untuk melindungi area pesawahan dari penyusutan.

Wakil Ketua Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Pandeglang, Yangto mengaku sudah menyusun draft Perda LP2B yang saat ini sudah masuk ke dalam tahapan evaluasi Gubernur Banten.

“Kita (DPRD-red) sudah menyusun, sekarang tinggal menunggu evaluasi gubernur. Kaitan dengan tata ruang jadi ada Kecamatan mana saja yang kaitan dengan pertanian, terus ada untuk industri pendidikan dan lain-lain. Jadi tidak semua wilayah bisa dijadikan tempat industri, semua tempat itu sudah kita antisipasi,” kata Yangto kepada wartawan, Sabtu, 4 Juli 2020.

BACA :  Konferkab PWI Lebak Tunjuk Enjang M Rojali Jadi Ketua Periode 2019-2022

Menurut Politisi Partai Nasdem itu, Perda LP2B harus mengacu pada Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang saat ini masih dievaluasi oleh Gubernur Banten.

“Tentu semua Perda pada akhirnya harus menyesuaikan pada RTRW, karena jika tidak, nanti akan bertentangan antara Perda satu dan yang lain. Sementara, RTRW menjadi landasan untuk menerapkan kebijakan-kebijakan dalam regulasi itu,” jelasnya.

Yangto juga mengakui, jika Perda tersebut tidak segera dirampungkan khawatir bisa mengurangi luas lahan peswahan LP2B yang mencapai 45.755 hektar. Ditambah, dengan adanya jalan Tol Serang – Panimbang, tentunya bakal beriringan dengan adanya industri. Dengan demikian, khawatir lahan persawahan bisa berkurang.

“Ketika tol masuk industri nya juga masuk itu nanti yang dikhawatirkan lahan pertanian bisa berkurang,” pungkasnya.

BACA :  Pemudik Keluhkan Angkot Ngetem dan Pedagang di Depan Pasar Cikupa

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler