Connect with us

Berita Utama

Bupati Iti Akan Temui Puun Baduy Minta Penjelasan soal Surat Terbuka ke Jokowi

Published

on

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat memberikan keterangan pers usai menghadiri rapat paripurna LKPJ 2019. (BantenHits.com/Fariz Abdullah)

Lebak- Masyarakat Kabupaten Lebak tengah dihebohkan oleh kabar keinginan Lembaga Adat Baduy yang menginginkan wilayahnya dihapus dari peta destinasi wisata.

Keinginan tersebut disampaikan melalui surat yang ditujukan langsung kepada Presiden Joko Widodo, Senin, 6 Juli 2020.

Informasi diperoleh, Surat dikirim melalui perwakilan yang ditunjuk oleh Lembaga Adat, satu di antaranya adalah Heru Nugroho.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengaku telah mengutus Dinas Pariwisata untuk mengatur waktu pertemuan dengan Puun atau tokoh adat Baduy. Bahkan, bupati wanita pertama di Lebak ini berencana ingin menemuinya secara langsung.

BACA :  Pengemudi Suzuki APV Ditemukan Tak Bernyawa di Area Parkir Bandara Soekarno-Hatta

“Saya utus Dinas Pariwisata dulu kesana (Baduy) untuk mengkomunikasikan bupati bisa diterima atau tidak. Karena yang menentukan waktu bukan kita (Pemkab) biasanya mereka ada larangan atau apa, biasanya begitu,”kata Iti kepada awak media di Pendopo Bupati Lebak.

“Disana (baduy) ada jaro Tangtu. Biasanya kalau saya datang kesana itu dikumpulin, saya datang diskusi maksud kami silaturahmi benar tidak ini,”tambahnya.

Iti mengaku belum bisa memastikan kebenaran soal keinginan lembaga adat yang menginginkan wilayahnya dihapus dari peta wisata. Pasalnya, kabar tersebut baru didengarnya melalui media sosial.

“Kami baru mendengar keluhannya dari media sosial. Biasanya disampaikan ke saya. Jadi belum dipastikan itu murni dari puun,”jelasnya.

BACA :  Konsumen Akan Laporkan Petugas PLN Rayon Cilegon yang Lompati Pagar Rumah dan Bongkar KWH Tanpa Pemberitahuan ke Polres Cilegon

Menurutnya, pemerintah belum bisa mengambil kebijakan soal kabar yang beredar tentang keinginan lembaga adat baduy.

“Kebijakan kami mengikuti apa yang disampaikan sama Puun. Semua bisa dikomunikasikan, jadi makanya kami saat ini belum bisa mengambil kebijakan seperti apa sebelum berkomunikasi dengan puun,“tuturnya.

“Saya biasanya komunikasi ke (Puun) Cibeo, saya yang datang kesana,”tambahnya.

Dikuti BantenHits.com, dari Detik Travel Masyarakat Adat Baduy mengajukan permohonan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar menghapuskan kawasan adat Baduy sebagai destinasi wisata. Mereka merasa terusik oleh ‘hilir mudik’ pariwisata. Sebagai gantinya mereka berharap wilayah Baduy ditetapkan menjadi cagar alam dan cagar budaya.

Dalam surat terbuka yang dilihat detikcom, Senin (6/7/2020) keputusan ini dicetuskan oleh Lembaga Adat Baduy dalam pertemuan di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (4/7) untuk membahas surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo.

BACA :  Inilah Daerah Rawan Kebakaran di Tangerang

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler