Connect with us

Berita Terbaru

Jelang Malam Jumat Kos-kosan di Cilegon Digeledah, Lima Pasangan Ketahuan Sekamar tanpa Bukti Nikah

Published

on

Petugas saat melakukan razia kos-kosan di Kecamatan Cilegon. Lima pasangan bukan suami istri digelandang. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Petugas gabungan yang terdiri dari Dinas Satpol PP Kota Cilegon, TNI dan Polri, kembali melakukan operasi yustisi terhadap penghuni kos-kosan di Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Kamis, 9 Juli 2020.

Satu persatu kamar kosan digeledah dan penghuninya dimintai identitas diri yang sah. Hasilnya, 64 penghuni kos-kosan dan 5 pasangan bukan suami istri berhasil di gelandang petugas untuk dilakukan pendataan.

Saat dikonfirmasi awak media, Kabid Penegak Perundang-undang Dinas Satpol PP Kota Cilegon Sofan Maksudi engungkapkan, para penghuni kos-kosan dan kontrakan tidak bisa menunjukan bukti identitas saat petugas melakukan pemeriksaaan dalam razia yustisi tersebut. 

BACA :  Tiga Penderita Gangguan Jiwa di Angsana Pandeglang Masih Dipasung

“Mereka (penghuni) tidak bisa menunjukkan identitas diri seperti KTP maupun keterangan domisili dari kecamatan setempat. Sehingga terpaksa kami bawa untuk dilakukan pendataan di kelurahan,” ujarnya. 

Sofan membeberkan, pihaknya tidak akan bernah bosan untuk melakukan razia yustisi dalam rangka penengakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2015 tentang Dokumen Kependudukan. 

“Warga yang dibawa di masing-masing kelurahan ada yang tidak menunjukan identitas. Ada yg sudah menetap lama tidak lapor diri dan bermukim di rumah kontrakan tidak menunjukan surat keterangan  kependudukan seperti surat ketengan pindah. Tidak ada KK, surat pindah, surat pindah datang, keterangan tempat tinggal,” bebernya. 

Selain mengamankan pra penghuni kos-kosan, pihaknya juga mengamankan pasangan bukan suami istri yang kedapatan berada di dalam kontrakan. 

BACA :  Kampung KB Bisa Jadi Solusi di Tengah Maraknya Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan

“Mereka laki dan permpuan berada di salah satu kos-kosan rumah kontrakan kedapatan tidak bisa menunjukan identitas atau dokumen surat nikah resmi,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Terpopuler