Connect with us

Berita Terbaru

Lima Perusahaan Besar di Cilegon ‘Disemprot’ KLHK, DPRD Angkat Bicara

Published

on

Hand sanitizer hasil produksi PT Dover Chemical. Pabrik lem kayu ini memproduksi 500 liter hand sanitizer untuk misi kemanusiaan TNI. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon- Lima Perusahaan di Kota Cilegon disemprot Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Mereka diberikan rapot merah terkait pengelolaan lingkungan hidup.

Masing-masing PT Permata Dunia Sukses Utama (PDSU), PT Dover Chemical, PT Standar Toyo Polymer (Statomer), PT Unggul Indah Cahaya, Tbk dan PT Cerestar Flour Mills.

Mereka menilai pengelolaan lingkungan hidup seperti pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), pengendalian pencemaran lingkungan (laut, air dan udara) maupun perlindungan keanekaragaman hayati yang dilakukan oleh lima perusahaan itu buruk.

BACA :  Silaturahmi Gubernur dengan Sekolah Adiwiyata di Tangerang Jadi Ajang Kampanye Rano

Menanggapi hal tersebut Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon Erik Airlangga angkat bicara. Ia menganggap penilaian dari KLHK itu harus segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Cilegon secara tegas.

Menurut Erik, penilaian tersebut menjadi salah satu bukti jika terdapat perusahaan yang terkesan tidak memperdulikan aturan lingkungan hidup.
 
“Ini bahaya, apalagi sekarang sedang Covid-19, jangan sampai dikira sakit karena corona, ternyata dampak polusi perusahaan,” ujar Erik, Kamis, 9 Juli 2020.
 
Erik mengatakan dengan adanya persoalan itu, diharapkan Pemerintah Kota Cilegon responsip dalam menyikapi persoalan-persoalan lingkungan hidup, dengan cara memberikan peringatan secara berkala hingga peringatan tegas

“Intinya pemerintah harus tegas meskipun kewenangan pengawasan ada di Provinsi, tapi paling tidak pemerintah kota bisa memberikan rekomendasi ke pemerintah provinsi,” ujarnya.
 
Sementara saat dikonfirmasi Walikota Cilegon Edi Ariadi enggan memberikan komentar  banyak terkait adanya penilaian buruk yang diberikan KLHK kepada 5 perusahaan terkait pengelolaan lingkungan hidup.

BACA :  Begal Bersenjata Dibekuk Satreskrim Polres Lebak; Delapan Kali Beraksi di Lebak dan Bogor

“Suruh dipanggil sama saya itu ke LH tapi belum datang juga,”tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler