Connect with us

Berita Terbaru

Mau Berjualan Hewan Kurban di Lebak? Begini Aturan Mainnya

Published

on

Hewan Ternak

Ilustrasi hewan kurban di sebuah tempat penjualan. (Dok.BantenHits.com)

Lebak- Umat muslim di Indonesia dalam waktu dekat akan menyambut hari raya kurban. Jatuh pada tanggal 31 Juli 2020 perayaan kurban saat ini akan sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Pandemi Corona membuat masyarakat harus menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan. Begitupun para penjual hewan kurban.

Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Peternakan (Distanak) Kabupaten Lebak merilis standar operasional prosedur (SOP) penanganan dan pengawasan aktivitas kurban dalam masa pandemi Corona.

Salah satu yang diaturnya terkait dengan mitigasi risiko pelaksanaan mengenai penjualan hewan kurban.

Kepala Distanak Lebak, Rahmat, mengatakan, physical distancing menjadi poin pertama yang harus diperhatikan di lokasi penjualan hewan. Physical distancing atau menjaga jarak ini bisa dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi daring.

BACA :  Satu dari Tujuh Pelaku Pencabulan Ditangkap Polres Cilegon

“Pengaturan tata cara pembatasan waktu penjualan, alur pergerakan dan jarak antar orang minimal 1 meter,” ujar Rahmat, Kamis, 9 Juli 2020.

Kemudian penerapan higiene sanitasi personal. Penjual maupun pekerja diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) minimal masker dan menyediakan fasilitas cuci tangan atau hand sanitizer.

“Penjual dari luar daerah baik kabupaten dan provinsi harus dalam kondisi sehat, pengukuran suhu tubuh dilalukan di setiap pintu masuk dan orang yang memiliki gejala demam, batuk, pilek dan sesak nafas dilarang masuk ke tempat penjualan,” beber Rahmat.

Distanak sambung Rahmat juga akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 terkait diperlukan atau tidak rapid test terhadap para penjual hewan kurban.

BACA :  Takut Dianiaya Kawanan Pemabuk, Pemuda Serang Nekat Terjun dari Fly Over di Cilegon

“Bisa, nanti kami akan coba koordinasikan. Karena sementara ini tim yang dibentuk memang fokus untuk keamanan hewan kurbannya dulu,” katanya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler