Connect with us

Berita Terbaru

Duh, Warga Salah satu Desa di Pandeglang Menikmati Kongkow dan Berenang dengan Tumpukan Sampah

Published

on

Kondisi pesisir Pantai Teluk, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang dipenuhi sampah-sampah plastik. (Istimewa)

Pandeglang – Sejumlah anak-anak yang tinggal di pesisir Pantai Teluk, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang terlihat bergerumun dengan tumpukan sampah di sekitar pantai. Bahkan anak-anak itu, berenang di laut yang di penuhi sampah plastik.

Pemandangan seperti itu sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat yang hidup di pesisir pantai. Mereka seolah sudah terbiasa hidup berdampigan dengan tumpukan sampah. Padahal sampah-sampah tersebut membawa kesan kumuh dan berbgai  penyakit.

Wasmah, warga sekitar mengatakan, tumpukan sampah di Pantai Teluk bukanlah hal baru, karena sampah-sampah tersebut sudah lama dibiarkan tertumpuk disana. Wasmah juga mengatakan, bau busuk dari sampah menjadi aroma yang setiap hari harus dinikmati, sebab hingga saat ini belum ada yang sanggup dan dapat membersihkan sampah-sampah tersebut.

BACA :  Anggota DPRD Kembalikan Uang Suap Pembentukan Bank Banten, Aktivis: Harusnya Mereka Malu dan Ngundurin Diri!

“Masyarakat itu kalau buang sampah itu ke kali, terus sampah itu kebawa kelaut hingga kedaratan. Sampah itu sudah lama disana, itu juga ada bak sampah tapi gak pernah di angkut sampahnya, udah penuh juga gak diangkut, dulu pernah dibersihkan sama pak lurah sama perangkat Desa, tapi ya waktu itu doang, ya buang sampahnya masih banyak kesini lagi,” kata Wasmah, Selasa, 14 Juli 2020.

Kepala Desa Teluk, Endin Fahrudin mengaku, bahwa sampah di Teluk sudah dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

“Jadi sampah itu sudah dikelola sama Bumdes, sudah ada mobil sampah untuk mengangkut setiap pagi, nanti langsung konfirmasi ke bumdes aja,” terangnya.

BACA :  Kabupaten Tangerang Kekurangan Posyandu Lansia

Terpisah Ketua Bumdes Teluk, mengaku kewalahan mengurus sampah tersebut. Sebab, sampah itu tidak pernah bisa dirampungkan karena sampah di Teluk kebanyakan kiriman dan buangan masyarakat luar.

Ia menginginkan, ada edukasi untuk mengentaskan sampah di Teluk kepada masyarakat, sebab, ia menilai di wilayahnya masyarakat kerap membuang sampah sembarangan.

“Itu dari pasar, dari masyarakat, dibuang di jembatan ke muara, dari situ ke laut, dari laut ke bawa ombak, kita itu penduduknya gak pernah di edukasi masalah sampah, gak ada sangsi atau efek jera untuk yang membuang sampah, jadi bukan angin lalu, camat aja tidak mampu, bahkan bupati aja gak sanggup,” ucapnya

 “Kita sudah minta kepada masyarakat jangan ada yang buang sampah di kali. Ini dari pihak kabupaten ko malah pada diem aja,” imbuhnya

BACA :  Hari Ini, 504 Pelajar SMKN 2 Rangkasbitung Ikut UNBK 2019

Selain itu, ia berharap, ada sangsi tegas yang dapat diberikan kepada masyarakat yang membuang sampah sembarang untuk memberikan efek jera bagi pembuang sampah tersebut, serta kepala desanyapun dapat disangsi oleh bupati kalau masih saja belum bisa mengentaskan sampah di Teluk.

“Itu dari hulu, sudah kita siapkan sebanyak lima tong sampah, sudah ada mobil pengangkut, semua dibiayai bumdes,”cetusnya

 “Harus di normalisasi, edukasi ke masyarakat desa, memberikan sangsi ke kepala desa, jadi kalau emang ada masyarakat membuang sampah sembarangan, kepala desanya harus diberikan sangsi oleh bupati, bupati harus menindak kepala desanya, tapi saya gak yakin karena ini sudah clasik,” tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler